LOMBOK FOKUS — Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (PW GP Ansor NTB), Dr. Irpan Suriadiata, SHI., MH., menyarankan Gubernur NTB agar mengambil langkah cepat dalam membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana kebakaran di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Irpan, musibah kebakaran yang menimpa masyarakat tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi para korban. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir secara cepat dan konkret, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak serta membantu proses pemulihan pascabencana.
“Kami menyarankan kepada Bapak Gubernur NTB agar mempertimbangkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk membantu masyarakat Dusun Sade yang terdampak kebakaran. Dalam situasi bencana seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara cepat, tepat, dan nyata,” kata Irpan.
Irpan menegaskan, BTT pada prinsipnya merupakan salah satu instrumen anggaran daerah yang dapat dimanfaatkan untuk menangani keadaan darurat dan kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, sepanjang penggunaannya memenuhi persyaratan dan mekanisme sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB dapat segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan verifikasi kerugian serta kebutuhan para korban, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah harus menunggu terlalu lama karena persoalan administratif. Administrasi tetap harus tertib dan akuntabel, tetapi pemerintah juga harus memiliki kecepatan dan keberpihakan ketika rakyat menghadapi keadaan darurat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irpan menilai Dusun Sade bukan sekadar kawasan permukiman masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu desa adat dan destinasi budaya penting di NTB yang selama ini menjadi bagian dari wajah pariwisata Lombok. Karena itu, pemulihan pascakebakaran juga penting dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
“Pemulihan Dusun Sade bukan hanya persoalan membangun kembali rumah yang terdampak. Kita juga sedang menjaga ruang hidup masyarakat adat, warisan budaya, dan salah satu ikon pariwisata NTB. Karena itu, penanganannya harus cepat sekaligus tetap memperhatikan nilai dan karakter asli Dusun Sade,” ujarnya.
PW GP Ansor NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan pihak terkait untuk bergotong royong membantu para korban.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Kami berharap Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dapat bergerak cepat. Negara harus hadir pada saat masyarakat membutuhkan, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat harus kita kuatkan untuk membantu saudara-saudara kita di Dusun Sade agar segera bangkit dan pulih,” tutup Dr. Irpan Suriadiata.















