Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan pentingnya integritas, keadilan, dan kemampuan melayani masyarakat bagi para Penjabat (Pj) Kepala Desa yang baru dilantik.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Penjabat Kepala Desa di Kabupaten Lombok Timur, Selasa (18/8/2026).
Dalam sambutannya, Haerul Warisin mengingatkan bahwa jabatan Pj Kepala Desa merupakan jabatan sementara yang lahir dari kepercayaan. Kepercayaan tersebut, kata dia, berasal dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berdasarkan aspirasi masyarakat serta hasil penilaian Pemerintah Daerah terhadap kemampuan calon Pj dalam menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat.
“Jabatan saudara adalah sementara. Jabatan itu merupakan akibat dari kepercayaan BPD atas aspirasi masyarakat dan juga penilaian pemerintah daerah karena saudara dianggap mampu menjadi pengayom di desa,” ujar Haerul Warisin.
Bupati menekankan agar para Pj Kepala Desa tidak menjadikan jabatannya sebagai sarana untuk mendapatkan pelayanan dari masyarakat. Sebaliknya, seorang kepala desa harus hadir untuk memberikan pelayanan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
“Jangan jadi Pj yang dilayani, tetapi melayani. Karena Anda adalah orang yang dipercaya untuk menjaga suasana desa hingga pelaksanaan Pilkades ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang Pj Kepala Desa bukan semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan kenyamanan, kedamaian, dan kehadiran pemerintah desa ketika menghadapi persoalan.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa hidup nyaman dan mampu mencari solusi saat ada masalah di lingkungan masyarakat,” katanya.
Haerul juga mengingatkan para Pj Kepala Desa agar tidak memberikan janji-janji yang berada di luar kewenangan pemerintah desa. Ia meminta para kepala desa lebih fokus pada tugas pemerintahan, termasuk memastikan seluruh masyarakat masuk dalam pendataan perlindungan sosial (Perlinsos).
“Jangan janjikan warga tentang hal-hal yang aneh. Tugas kita dalam data Perlinsos. Tidak boleh ada masyarakat yang terlewatkan dari Perlinsos. Kalau itu bisa dilakukan, itu sudah menjadi bukti bahwa Anda hebat,” ungkapnya.
Bupati bahkan menegaskan bahwa seorang kepala desa belum dapat dikatakan sukses apabila masih terdapat masyarakat yang seharusnya mendapatkan perhatian namun belum terdata dalam program perlindungan sosial.
“Kalau masih ada warga yang tidak terdata di Perlinsos, Anda belum sukses,” tegasnya.
Selain itu, para Pj Kepala Desa diminta berlaku adil dan tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan kepentingan maupun latar belakang. Seluruh warga harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sama.
“Berlakulah yang adil. Jangan pilih-pilih. Semua harus dikunjungi. Berikan contoh yang baik kepada masyarakat,” pesannya.
Haerul Warisin berharap para Pj Kepala Desa mampu menciptakan suasana damai di wilayah masing-masing. Menurutnya, keberhasilan seorang kepala desa dapat terlihat ketika masyarakat merasa aman, nyaman, dan hidup dalam suasana yang harmonis.
“Kita bangga kalau Pj mampu memberikan kedamaian di lokasinya,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bupati meminta para Pj Kepala Desa untuk menjalankan kepemimpinan secara sederhana serta memperkuat silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan berbagai unsur lainnya.
“Jadilah kades yang sederhana. Rajin-rajin silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat dan pemuda,” ujarnya.
Ia juga meminta para Pj Kepala Desa segera aktif menjalankan tugas di kantor dan menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan desa yang masih belum terselesaikan.
“Segera masuk kantor. Selesaikan semua permasalahan yang masih belum diselesaikan,” pungkas Bupati Lombok Timur.















