Mataram, Lombok Fokus – Informasi rencana aksi lanjutan mahasiswa di Kota Mataram pada Senin, 1 September 2025, dipastikan batal. Kepastian ini menyusul kericuhan besar yang terjadi pada unjuk rasa Sabtu, 30 Agustus lalu, yang berujung pada pembakaran Kantor DPRD NTB.
Sebelumnya, mahasiswa memang merencanakan dua gelombang aksi, yakni pada 30 Agustus dan 1 September 2025. Namun, eskalasi massa yang tinggi pada aksi pertama membuat situasi tidak terkendali. Gedung DPRD NTB dilalap api, dua pos satpam dan sejumlah fasilitas kantor juga ikut terbakar.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Lalu Nazir Huda, memastikan aksi lanjutan 1 September tidak akan digelar.
“Sepertinya enggak turun kita tanggal 1,” katanya saat dihubungi Lombok Fokus.
Meski begitu, Nazir belum bisa menjamin bahwa aksi akan benar-benar berakhir. Menurutnya, keputusan aksi ditentukan melalui konsolidasi bersama seluruh elemen mahasiswa.
“Insya Allah kalau pun turun (demo) kemungkinan enggak tanggal 1,” ujarnya.
Sebagai catatan, unjuk rasa 30 Agustus kemarin berlangsung di dua titik utama: Mapolda NTB dan DPRD NTB. Di Mapolda, massa sempat melempari kaca dan pintu kantor, mematahkan tiang bendera, serta membakar neon box di depan markas kepolisian.
Sementara di DPRD NTB, situasi lebih parah. Massa membakar gedung utama DPRD, dua pos satpam, dan sebagian Kantor Sekretariat Dewan (Sekwan). Api sempat menjalar hingga ke area utara gedung sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Dengan batalnya aksi 1 September, masyarakat Mataram berharap kondisi tetap kondusif dan tidak terjadi aksi lanjutan yang berpotensi memicu kerusuhan serupa.












