Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

×

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sebarkan artikel ini

LOMBOK FOKUS, – Ada yang berubah di Desa Gapuk. Bukan perubahan yang riuh, melainkan yang tumbuh perlahan dari dalam: warga yang mulai memetakan kekuatannya sendiri, keluarga yang bertekad menghentikan perkawinan anak, dan komunitas yang belajar merawat perbedaan sebagai berkah. Selama empat pekan terakhir, desa yang berada di lingkar Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini menjelma menjadi ruang perjumpaan antara ilmu dan kehidupan nyata.

Perjumpaan itu berlangsung melalui rangkaian Pengabdian Integratif Dosen UIN Mataram, sebuah program yang dirancang bukan untuk “menggurui” desa, melainkan untuk menggali dan menumbuhkan potensi yang sudah lama dimiliki warganya. Dilaksanakan dalam tiga tahapan selama empat minggu, program ini menempatkan Desa Gapuk bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek dan mitra sejajar kampus.

IKLAN
Example 300x600

Memetakan Kekuatan, Bukan Kekurangan

Tahap pertama dimulai dengan pemetaan aset. Alih-alih mendata kekurangan, tim dosen bersama warga justru memetakan kekayaan desa, aset sosial keagamaan, budaya dan adat istiadat, aset ekonomi, literasi digital, hingga ketahanan keluarga. Dari proses ini lahir empat kelompok penggerak yang akan menjadi motor perubahan: Kelompok Ekonomi Keumatan, Kelompok Literasi Digital, Kelompok Ketahanan Keluarga untuk Menghentikan Perkawinan Anak, dan Kelompok Moderasi Beragama. Masing-masing kelompok merumuskan rencana tindak lanjut sesuai potensi yang dimilikinya.

Dari Gagasan ke Aksi

Pada tahap kedua, keempat kelompok memasuki fase pendampingan intensif. Di sinilah dosen berperan sebagai fasilitator, mendampingi warga menggali lebih dalam potensi masing-masing kelompok, mematangkan gagasan, dan menyusun langkah konkret agar rencana tidak berhenti sebatas catatan di atas kertas.

Lima Huruf, Satu Cita-Cita

Tahap ketiga menjadi puncak sekaligus titik mula. Seluruh kelompok merumuskan rencana tindak lanjut dan bersama-sama menginisiasi sebuah tagline yang kelak menjadi arah pembangunan desa: “GAPUK Sejahtera”. Lebih dari sekadar slogan, lima huruf ini merangkum seluruh cita-cita warga:

G   = Gerakan Ketahanan Keluarga Anti Pernikahan Anak

A   = Amanah Moderasi Beragama

P   = Penguatan Literasi Digital

U   = Upaya Pemberdayaan Ekonomi Ummat

K   = Komunitas Desa

Setiap huruf mewakili satu kelompok penggerak, dan bersama-sama membentuk satu wajah desa yang utuh: sejahtera lahir dan batin, berdaya secara ekonomi, melek digital, teguh menjaga keluarga, dan damai dalam keberagaman.

Penutupan dan Komitmen Kampus

Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi dengan kehadiran Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Prof. H. Kadri, M.Si. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa pengabdian di Gapuk bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kampus terhadap masyarakat di sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Prof. Jumarim menyampaikan pesan yang menggugah tentang makna kehadiran kampus di tengah masyarakat:

Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang berjarak dari denyut masyarakatnya. Apa yang kita saksikan di Gapuk adalah bukti bahwa ilmu yang sejati selalu menemukan jalan untuk turun ke tanah, menyapa keluarga, menumbuhkan harapan. Desa Gapuk berikut segenap masalah sosialnya terutama tantangan perkawinan anak, sebagai lingkar kampus bukan sekadar tetangga geografis; ia adalah bagian dari napas UIN Mataram. Ketika dosen kita mendampingi warga merumuskan gerakan anti perkawinan anak dan merawat moderasi beragama, literasi digital dan memperkuat kapasitas dan keterampilan ekonomi warga, di situlah sesungguhnya Tri Dharma Perguruan Tinggi berdetak. — Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I.  (Wakil Rektor III UIN Mataram)

Senada dengan itu, Prof. Kadri menekankan filosofi pemberdayaan dan pentingnya keberlanjutan:

Kami berangkat dari keyakinan bahwa setiap desa kaya akan asset, bukan sekadar kumpulan masalah yang harus diselesaikan. Tugas kami bukan membawa solusi dari luar, melainkan membantu warga menemukan kekuatan yang sudah lama mereka miliki. “GAPUK Sejahtera” bukan proyek yang selesai dalam empat minggu. Namun benih yang kita tanam bersama, dan yang akan terus tumbuh di tangan masyarakat sendiri. Insya Allah, model pengabdian integratif ini akan menjadi rujukan bagi desa-desa lingkar kampus lainnya. — Prof. H. Kadri, M.Si.  (Ketua LP2M UIN Mataram)

Empat pekan telah berlalu, tetapi bagi Desa Gapuk, ini justru baru permulaan. Di tangan empat kelompok penggeraknya, “GAPUK Sejahtera” kini bukan lagi sekadar harapan yang dituliskan di kertas plano dan plow chart kegiatan, melainkan gerakan yang siap ditumbuhkan warganya sendiri, sebuah bukti bahwa ketika kampus dan desa berjalan seiring, perubahan bukan lagi kemungkinan, melainkan keniscayaan.

Tentang program: Pengabdian Integratif Dosen UIN Mataram merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan penelitian dan pengabdian berbasis aset (asset-based) di desa-desa lingkar kampus, dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek dan mitra pembangunan.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600