Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineNasionalPendidikan

Berbekal 16 Kajian Geospasial, Mahasiswa UGM Ungkap Dinamika Lombok Tengah dari Berbagai Perspektif

×

Berbekal 16 Kajian Geospasial, Mahasiswa UGM Ungkap Dinamika Lombok Tengah dari Berbagai Perspektif

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Mahasiswa KKL III 2026 Prodi Kartografi dan penginderaan jauh, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Keberagaman karakteristik wilayah Kabupaten Lombok Tengah menjadi ruang pembelajaran sekaligus lokasi penelitian bagi 96 mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III Tahun 2026.

 

IKLAN
Example 300x600

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengaplikasikan berbagai pendekatan geospasial, mulai dari penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), hingga kartografi untuk mengkaji beragam fenomena kewilayahan di Lombok Tengah.

 

Sebanyak 16 kelompok riset diterjunkan ke sejumlah lokasi dengan tema penelitian yang beragam. Kajian tersebut mencakup ekosistem pesisir, sektor pertanian, lingkungan permukiman, perencanaan wilayah, hingga isu kebencanaan dan sumber daya air.

 

Keberagaman tema itu sekaligus memperlihatkan bagaimana satu wilayah dapat dibaca melalui berbagai perspektif dengan memanfaatkan teknologi geospasial.

Foto : Kegiatan Lapangan Mangrove.

Pesisir hingga Vegetasi Jadi Objek Kajian

 

Kawasan pesisir menjadi salah satu fokus penelitian mahasiswa KKL III. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, mahasiswa melakukan pemetaan biodiversitas lamun serta analisis spasial-temporal stok karbon lamun.

 

Sementara di Teluk Gerupuk, penelitian diarahkan pada degradasi mangrove, identifikasi kesehatan mangrove, hingga identifikasi spesies mangrove.

 

Kajian vegetasi juga dilakukan di Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Di kawasan tersebut, mahasiswa melakukan pemetaan biomassa vegetasi yang dilengkapi dengan pemetaan biodiversitas burung gosong.

 

Berbagai kajian tersebut menunjukkan pemanfaatan teknologi geospasial untuk memahami kondisi ekosistem sekaligus melihat perubahan dan karakteristik lingkungan secara lebih terukur.

Foto : Lapangan Vegetasi

Teknologi Geospasial Dukung Kajian Pertanian

 

Tidak hanya kawasan pesisir dan vegetasi, sektor pertanian juga menjadi bagian dari penelitian mahasiswa.

 

Penelitian mengenai estimasi produksi jagung dilakukan di Kecamatan Pujut, sedangkan estimasi produksi padi dikembangkan di Kecamatan Jonggat.

 

Selain itu, mahasiswa juga mengkaji kesesuaian lahan pertanian padi. Kajian tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai potensi pemanfaatan lahan berdasarkan karakteristik fisik wilayah.

Foto : Lapangan Perkotaan.

Lingkungan dan Perencanaan Wilayah

 

Beragam isu lingkungan dan perencanaan wilayah turut menjadi perhatian dalam KKL III Tahun 2026.

 

Penelitian mengenai kualitas lingkungan permukiman dilakukan di Kecamatan Praya. Sementara kajian outdoor thermal comfort dilaksanakan di kawasan KEK Mandalika.

 

Mahasiswa juga melakukan penelitian mengenai kesesuaian lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dengan tujuan mengidentifikasi lokasi yang sesuai berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah.

 

Kebencanaan dan Sumber Daya Air

 

Pada aspek kebencanaan dan sumber daya air, mahasiswa mengangkat sejumlah isu yang relevan dengan kondisi Lombok Tengah.

 

Kajian tersebut meliputi pemetaan kerawanan longsor, analisis kerentanan kekeringan, hingga pemetaan sedimentasi di Waduk Batujai sebagai salah satu waduk penting di wilayah Lombok Tengah.

 

Ketua KKL III Tahun 2026, Adam Amirul Akbari, mengatakan keberagaman tema penelitian menunjukkan luasnya penerapan ilmu kartografi dan penginderaan jauh dalam mengkaji berbagai persoalan kewilayahan.

 

“Setiap kelompok memiliki fokus penelitian yang berbeda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan informasi geospasial yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus membantu memahami karakteristik wilayah Lombok Tengah,” ujar Adam.

 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua KKL III Tahun 2026, Darvpa Nusantara. Menurutnya, keberagaman tema penelitian menjadi salah satu kekuatan KKL III karena setiap kelompok menghadirkan sudut pandang berbeda terhadap wilayah yang sama.

 

“Menariknya, setiap kelompok menemukan dinamika yang berbeda di lapangan. Dari situ kami melihat bahwa satu wilayah dapat dipahami dari banyak sudut pandang, dan teknologi geospasial membantu menyatukan gambaran tersebut,” kata Darvpa.

 

Hasil Penelitian Akan Dipublikasikan Bertahap

 

Hasil penelitian dari seluruh kelompok nantinya akan dipublikasikan secara bertahap melalui akun Instagram @kpjugm2023 dalam bentuk rangkaian konten yang merangkum tema penelitian beserta hasil utama dari masing-masing kelompok.

 

Salah satu peserta KKL III, Nabila Berliana, mengatakan publikasi tersebut diharapkan menjadi jembatan agar hasil penelitian mahasiswa tidak hanya dapat dinikmati di lingkungan akademik, tetapi juga lebih dekat dengan masyarakat.

 

“Melalui publikasi ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana setiap penelitian memberikan cara pandang yang berbeda dalam melihat Lombok Tengah. Semoga rangkaian konten yang kami bagikan dapat membantu masyarakat mengenal lebih dekat pemanfaatan teknologi geospasial sekaligus mengetahui berbagai kajian yang telah dilakukan selama KKL III,” jelas Nabila.

 

Melalui 16 kajian tersebut, KKL III Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku akademik, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan gambaran mengenai dinamika Lombok Tengah melalui pendekatan data dan informasi geospasial.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600