LOMBOK TIMUR – Media Independen Online Indonesia (MIO) DPD Kabupaten Lombok Timur menargetkan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Bagik Payung sebagai lokasi utama pelaksanaan Pembekalan dan Pelatihan Literasi untuk Siswa Sekolah. Kegiatan ini akan diikuti langsung oleh santri dan siswa dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di lingkungan pesantren tersebut.
Langkah ini diambil merespons fakta bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di wilayah Lombok Timur masih berada di tingkat yang membutuhkan perhatian serius. Ketua DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, Ketua DPD MIO-I Lotim, menegaskan literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi berpikir kritis, kemampuan menyaring informasi, hingga bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Ponpes NW Bagik Payung menjadi lokasi yang sangat tepat, karena di sana berkumpul generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan. Kami ingin memastikan santri dan siswa MTS, MA, hingga SMK tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga cerdas memilah informasi, tangguh menghadapi arus informasi, dan tidak mudah terjebak berita bohong,” ujar Abdurrahman.
Pelatihan yang disusun merujuk pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengembangan Literasi dan Budaya Membaca ini akan menyajikan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, meliputi:
✅ Literasi Dasar: Membaca pemahaman, menuangkan gagasan tertulis, dan berhitung kontekstual
✅ Literasi Media & Digital: Mengenali informasi kredibel, bahaya hoaks, etika bermedia sosial, hingga keamanan berinternet
✅ Pelatihan Jurnalistik Dasar: Cara menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab
✅ Pemahaman Keuangan: Pengelolaan keuangan yang baik sejak usia dini
Kegiatan dilaksanakan tanpa mengganggu jadwal belajar mengajar, disesuaikan dengan waktu luang atau hari yang disepakati bersama pihak pesantren. MIO juga menjajaki kolaborasi aktif dengan tenaga pendidik dan praktisi terkait guna menjamin kualitas penyampaian materi.
Saat ini usulan kegiatan dan dukungan telah disampaikan kepada Pompes setempat di Lombok Timur. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul ilmu agamanya, tetapi juga cerdas, kreatif, berkarakter kuat, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar di tengah masyarakat.
“Kami yakin dengan dukungan semua pihak, langkah ini akan menjadi kontribusi nyata MIO untuk kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur,” tutup Sekretaris MIO Kabupaten Lombok Timur, Munir Fauzi.















