Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

Lalu Hadrian Irfani: Dana PIP Bukan untuk Bayar Utang, Orang Tua Diminta Awasi Anak di Era Digital

×

Lalu Hadrian Irfani: Dana PIP Bukan untuk Bayar Utang, Orang Tua Diminta Awasi Anak di Era Digital

Sebarkan artikel ini

LOMBOK FOKUS Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi negara untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Lalu Hadrian saat melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dalam rangka sosialisasi dan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP). Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membahas berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pemanfaatan dana PIP, revitalisasi sekolah, kesejahteraan guru, hingga pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi tantangan era digital.

IKLAN
Example 300x600

Dana PIP Harus Digunakan untuk Kebutuhan Sekolah

Lalu Hadrian mengingatkan para orang tua agar dana PIP benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan program, yakni memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik.

“Beasiswa ini diperuntukkan untuk anak-anak bapak ibu, bukan untuk bapak ibu. Begitu beasiswa ini cair, jangan langsung dipakai bayar utang atau bayar pinjol. Ini hak anak-anak,” tegasnya.

Ia berharap bantuan tersebut diprioritaskan untuk membeli seragam sekolah, sepatu, tas, buku pelajaran, alat tulis, serta berbagai kebutuhan belajar lainnya sehingga manfaat Program Indonesia Pintar dapat dirasakan secara maksimal oleh siswa.

Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas Pemerintah

Selain memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran, Lalu Hadrian juga menyoroti masih banyaknya sekolah yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait kondisi bangunan dan fasilitas pembelajaran.

Menurutnya, pemerintah kini mulai mengalokasikan anggaran revitalisasi sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK.

Ia mendorong kepala sekolah yang masih memiliki ruang belajar atau bangunan tidak layak agar segera mengusulkan perbaikan sehingga dapat masuk dalam program revitalisasi pemerintah.

Fasilitas Pendidikan Terus Ditingkatkan

Lalu Hadrian menjelaskan, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyediaan berbagai fasilitas pendidikan.

Beberapa program yang tengah dipersiapkan antara lain panel interaktif pintar, buku pelajaran gratis, bantuan seragam sekolah, tas, sepatu, hingga perlengkapan alat tulis bagi peserta didik.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan biaya pendidikan.

Komisi X DPR RI Kaji Kenaikan Kesejahteraan Guru

Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada kesejahteraan tenaga pendidik.

Lalu Hadrian mengungkapkan bahwa Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini sedang menghitung kembali skema gaji guru agar lebih layak.

Menurutnya, guru yang memiliki kesejahteraan lebih baik akan lebih fokus menjalankan tugas mendidik sekaligus membentuk karakter generasi muda Indonesia.

Orang Tua Diminta Aktif Dampingi Anak

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Hadrian menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, melainkan juga keluarga.

Ia mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah tidak langsung dibawa ke jalur hukum. Komunikasi dan tabayun antara orang tua dan guru harus menjadi langkah pertama dalam mencari solusi.

Tantangan Era Digital Perlu Pengawasan Orang Tua

Lalu Hadrian juga menyoroti penggunaan telepon genggam di kalangan anak-anak yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun juga menyimpan berbagai risiko apabila tidak disertai pengawasan dari keluarga.

“Pengawasan dari pelungguh sami menjadi hal yang utama untuk menjaga anak-anak kita tidak larut ke hal-hal negatif imbas dari perkembangan teknologi hari ini,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak agar terhindar dari pengaruh negatif media sosial maupun konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Menutup pesannya, Lalu Hadrian menegaskan bahwa membangun pendidikan tidak cukup hanya melalui penyaluran bantuan atau pembangunan gedung sekolah.

Menurutnya, pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan, guru sebagai pendidik di sekolah, dan orang tua sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga.

Ia menegaskan, Program Indonesia Pintar hanyalah langkah awal dalam menciptakan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600