Lombok Tengah | Lombok Fokus – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan program BESTI (Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi) sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui Gerakan Menanam Cabai (GMC) yang melibatkan satuan pendidikan.
Program tersebut diluncurkan oleh Wakil Bupati Lombok Tengah H. M. Nursiah di SMP Negeri 1 Praya Tengah, Sabtu (1/8), dan diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Lombok Tengah.
Wakil Bupati H. M. Nursiah mengatakan komoditas cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi yang harganya sering berfluktuasi sehingga diperlukan upaya pengendalian yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
“Program ini memiliki nilai komitmen dan inovasi. Karena itu harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutannya agar memberikan hasil yang nyata. Jangan sampai gerakan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi budaya di lingkungan sekolah,” katanya.
Ia mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, dan penguatan karakter melalui kegiatan produktif.
Menurut dia, keberhasilan Program BESTI membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memberikan pendampingan teknis mulai dari penanaman hingga panen.
Selain memenuhi kebutuhan sekolah, hasil panen cabai diharapkan dapat berkontribusi terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah sehingga mendukung upaya pengendalian inflasi.
Wakil Bupati juga mendorong agar program tersebut diperluas ke berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan untuk mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Idham Halid mengatakan Program BESTI merupakan bentuk kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung salah satu dari sembilan langkah strategis nasional pengendalian inflasi, yakni Gerakan Menanam.
Pada tahap awal, program tersebut melibatkan 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 12 kecamatan serta 165 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.
Sebagai bentuk dukungan, masing-masing SMP menerima 125 bibit cabai, sedangkan setiap SD memperoleh 50 bibit cabai. Selanjutnya, sekolah bertanggung jawab menyiapkan lahan, melakukan penanaman, serta merawat tanaman agar mampu berproduksi secara berkelanjutan.
“Dinas Pendidikan juga menggandeng penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani untuk memberikan pendampingan teknis kepada sekolah sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi pembelajaran di kelas, tetapi juga praktik nyata dalam membangun karakter, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan,” katanya.
Melalui Program BESTI, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap gerakan menanam cabai di lingkungan sekolah mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian, serta menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi yang berkelanjutan.















