Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukum & Kriminal

Masyarakat Diminta Melek Sterilisasi Anjing, Langkah Bijak Kendalikan Populasi Hewan Liar

×

Masyarakat Diminta Melek Sterilisasi Anjing, Langkah Bijak Kendalikan Populasi Hewan Liar

Sebarkan artikel ini
Sidang Perdana Kasus Perdagangan Daging Anjing di Mataram Digelar, Aktivis Desak Penadah Ikut Diproses

MATARAM – Kasus dugaan penyiksaan dan perdagangan daging anjing yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Mataram menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang arti kesejahteraan hewan (animal welfare). Terlepas dari statusnya sebagai hewan peliharaan maupun anjing liar, setiap hewan berhak mendapatkan perlakuan yang bebas dari penyiksaan dan kekerasan.

Kesejahteraan hewan bukan hanya persoalan rasa iba terhadap satwa, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keamanan lingkungan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan hewan.

IKLAN
Example 300x600

Apa Itu Kesejahteraan Hewan?

Kesejahteraan hewan adalah kondisi ketika hewan dapat hidup tanpa mengalami rasa lapar, haus, sakit, ketakutan, maupun penderitaan yang tidak perlu. Prinsip ini dikenal luas melalui konsep Lima Kebebasan (Five Freedoms), yaitu:

  1. Bebas dari rasa lapar dan haus.
  2. Bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit.
  3. Bebas dari rasa takut dan stres.
  4. Bebas mengekspresikan perilaku alaminya.
  5. Mendapat lingkungan hidup yang layak.

Prinsip tersebut menjadi dasar dalam perlakuan terhadap seluruh jenis hewan, baik hewan ternak, satwa liar, maupun hewan kesayangan.

Anjing Liar Bukan Berarti Boleh Disiksa

Di berbagai daerah, keberadaan anjing liar sering menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Namun, penyelesaian masalah tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara memukul, meracuni, atau membunuh secara kejam.

Pendekatan yang lebih efektif dan manusiawi meliputi:

  • Program vaksinasi rabies.
  • Sterilisasi untuk mengendalikan populasi.
  • Penyelamatan dan adopsi bagi anjing yang memungkinkan dipelihara.
  • Edukasi masyarakat mengenai hidup berdampingan dengan satwa.

Cara-cara tersebut telah diterapkan di berbagai daerah dan terbukti lebih efektif dibandingkan tindakan kekerasan.

Mengapa Penyiksaan Hewan Berbahaya?

Penyiksaan terhadap hewan bukan hanya merugikan satwa, tetapi juga berdampak luas, antara lain:

  • Menimbulkan penderitaan yang tidak perlu terhadap makhluk hidup.
  • Berpotensi memicu kekerasan terhadap makhluk hidup lainnya.
  • Menurunkan kepedulian sosial di masyarakat.
  • Berisiko mengganggu kesehatan masyarakat apabila hewan yang disiksa kemudian dikonsumsi tanpa pengawasan kesehatan.

Karena itu, perlindungan terhadap hewan merupakan bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih beradab dan bertanggung jawab.

Bahaya Mengonsumsi Daging Anjing

Selain persoalan etika, konsumsi daging anjing juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat. Hewan yang ditangkap di jalan umumnya tidak diketahui riwayat kesehatannya dan tidak melalui proses pemeriksaan kesehatan sebagaimana berlaku pada produk pangan asal hewan yang dipasarkan secara legal.

Risiko yang dapat muncul antara lain:

  • Penularan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia).
  • Tidak adanya jaminan keamanan pangan.
  • Proses penyembelihan dan distribusi yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk memilih sumber protein yang berasal dari hewan yang dipelihara, diperiksa kesehatannya, dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Anjing Terlantar?

Apabila menemukan anjing terlantar atau anjing liar yang memerlukan penanganan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Jangan langsung melakukan kekerasan.
  • Jaga jarak apabila hewan menunjukkan perilaku agresif.
  • Hubungi dinas terkait atau komunitas penyelamat hewan di wilayah setempat.
  • Apabila memungkinkan, bantu memberikan air minum atau makanan tanpa membahayakan diri sendiri.
  • Laporkan apabila terdapat dugaan penyiksaan atau perdagangan ilegal terhadap hewan.

Peran Masyarakat Sangat Penting

Perlindungan terhadap hewan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas pecinta satwa. Masyarakat memiliki peran besar dalam membangun budaya yang menghargai kehidupan makhluk hidup.

Edukasi kepada anak-anak, kepedulian terhadap hewan terlantar, serta keberanian melaporkan dugaan penyiksaan merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap orang.

Masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan hewan pada dasarnya juga sedang menjaga kesehatan lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta membangun kehidupan sosial yang lebih beradab.

Kasus yang saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa penyelesaian persoalan hewan liar harus dilakukan secara manusiawi, mengedepankan aspek kesehatan masyarakat, serta menghormati prinsip kesejahteraan hewan.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600