LOMBOK FOKUS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI resmi menetapkan tiga tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah memeriksa delapan pihak secara maraton.
Ketiga tersangka tersebut adalah Bupati Lombok Barat periode 2025–2030 Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman (SUD), dan Direktur PT Meconel Sistim Instrument (MSI) Alvonsus Gani (ALG).
Dalam konferensi pers yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penindakan KPK, Achmad Taufik Husein, dijelaskan bahwa perkara tersebut bermula dari dugaan perintah LAZ kepada Lalu Ratnawi (LRI) untuk membantu Sudirman memperoleh sejumlah paket pekerjaan pada Dinas PUPRPKP Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2025–2026.
KPK mengungkap adanya dugaan pengaturan proyek sejak awal proses pengadaan.
“Modusnya, paket pekerjaan sudah diatur sejak awal. Nama-nama penyedia disiapkan dan disampaikan ke dinas terkait, kemudian panitia pengadaan menyesuaikan persyaratan agar hanya pihak tertentu yang bisa menang,” ungkap Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers, Selasa (21/7).
Selain itu, KPK juga mengungkap dugaan penggunaan sejumlah perusahaan, termasuk CV Dyas Karya Konstruksi (DKK), sebagai pelaksana proyek dengan meminjam “bendera” perusahaan lain agar tidak mudah terdeteksi secara administratif maupun oleh publik.
Penelusuran Lombok Fokus
Menindaklanjuti penetapan tersangka tersebut, Lombok Fokus melakukan penelusuran terhadap profil perusahaan PT Meconel Sistim Instrument (MSI).
Berdasarkan informasi perusahaan, PT Meconel Sistim Instrument merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang penyediaan instrumen industri, sistem kontrol, flow meter, water meter, sistem SCADA, serta berbagai peralatan untuk instalasi pengolahan air minum dan industri.
Perusahaan tersebut berkantor pusat di:
Ruko Malaka Country
Jl. Malaka Merah IV No.1 Blok D/5
Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Selain kantor pusat di Jakarta, perusahaan juga memiliki gudang operasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai pusat distribusi peralatan.
Menelusuri Riwayat Tender PT Air Minum Giri Menang
Lombok Fokus kemudian melakukan penelusuran terhadap portal e-procurement PT Air Minum Giri Menang (Perseroda).
Hasil penelusuran pada sistem pengadaan menunjukkan terdapat 17 histori tender yang dapat ditelusuri pada saat pengecekan.
Dari data tersebut, PT Meconel Sistim Instrument tercatat memenangkan empat paket pekerjaan, yakni:
- Rp37.836.669.300
- Rp10.680.268.000
- Rp5.007.441.400
- Rp11.502.758.900
Dengan total nilai HPS mencapai Rp65.027.137.600.
Dua Sister Company Juga Muncul sebagai Pemenang
Penelusuran kemudian berlanjut pada situs resmi PT Meconel Sistim Instrument.
Pada bagian “Sister Company”, perusahaan tersebut mencantumkan dua perusahaan afiliasi, yaitu:
- CV Tirta Waimatan
- CV Tirta Sabilulungan
Menariknya, kedua perusahaan tersebut juga tercatat sebagai pemenang tender pada portal e-procurement PT Air Minum Giri Menang.
CV Tirta Waimatan
Perusahaan ini tercatat memenangkan tiga paket pekerjaan dengan nilai HPS:
- Rp10.403.406.000
- Rp12.380.484.000
- Rp4.628.964.100
Total nilai HPS mencapai Rp27.412.854.100.
CV Tirta Sabilulungan
Perusahaan ini memenangkan dua paket pekerjaan:
- Rp2.092.230.000
- Rp2.257.350.000
Dengan total nilai HPS sebesar Rp4.349.580.000.
Akumulasi 9 Paket Tender Senilai Rp96,79 Miliar
Apabila digabungkan, ketiga perusahaan tersebut memperoleh:
| Perusahaan | Jumlah Paket | Total Nilai HPS |
|---|---|---|
| PT Meconel Sistim Instrument | 4 | Rp65.027.137.600 |
| CV Tirta Waimatan | 3 | Rp27.412.854.100 |
| CV Tirta Sabilulungan | 2 | Rp4.349.580.000 |
| Total | 9 Paket | Rp96.789.571.700 |
Dengan demikian, berdasarkan data yang tersedia pada portal e-procurement, ketiga perusahaan tersebut secara kumulatif memenangkan sembilan paket pekerjaan dengan total nilai HPS sekitar Rp96,79 miliar.
Temuan Administratif, Bukan Kesimpulan Pelanggaran
Temuan Lombok Fokus menunjukkan adanya hubungan afiliasi korporasi antara PT Meconel Sistim Instrument dengan CV Tirta Waimatan serta CV Tirta Sabilulungan sebagaimana tercantum pada situs resmi perusahaan.
Selain itu, ketiga perusahaan tersebut sama-sama tercatat sebagai pemenang sejumlah paket pekerjaan pada PT Air Minum Giri Menang.
Namun demikian, temuan ini merupakan hasil penelusuran administratif berdasarkan data yang tersedia pada portal e-procurement dan situs resmi perusahaan. Data tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran hukum ataupun pelanggaran terhadap ketentuan pengadaan barang dan jasa.
Apakah hubungan afiliasi tersebut memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani KPK masih menjadi bagian dari proses penyidikan. Hingga saat ini, KPK baru mengumumkan penetapan tersangka serta konstruksi perkara sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers resmi. Dugaan lain di luar yang telah disampaikan KPK masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang sedang berjalan.
Lombok Fokus akan terus mengikuti perkembangan penyidikan dan memberikan informasi kepada publik berdasarkan dokumen, data, serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.


