Scroll untuk baca artikel
Daerah

Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk, Polsek Lingsar Sterilkan Area

×

Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk, Polsek Lingsar Sterilkan Area

Share this article

LombokFokus|Lombok Barat – Gedung ruang guru SMAN 1 Lingsar roboh, Ahad (7/6/2026). Peristiwa tersebut diduga terpicu kondisi konstruksi bangunan yang telah rapuh, dan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.

Laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.00 Wita. Usai menerima informasi, Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti bersama personel piket fungsi dan Pawas Aipda Dwi Budi Febrianto, langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara.

IKLAN
Example 120x600

Di lokasi, rombongan disambut sejumlah pihak terkait, di antaranya Kabid Cipta Karya PUPR Provinsi NTB Subhan Hadi, Kabid Pembinaan SMA H. Muhammad Tohajudin, Kepala SMAN 1 Lingsar Efendi Agung Wijaksana, serta Camat Lingsar Marzuqi.

Bhabinkamtibmas Desa Gontoran Aipda I Gede Arya Suantara menjelaskan, hasil pengecekan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu.

“Dari informasi yang kami himpun, bangunan sempat mengalami retakan setelah gempa pada 29 Mei 2026. Pihak sekolah kemudian melakukan pengecekan dan memutuskan mengosongkan ruang guru demi keselamatan, karena kondisi atap sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Aipda I Gede Arya Suantara.

Menurut keterangan penjaga sekolah, Juaini (40), suara gemuruh terdengar sekitar pukul 02.00 Wita dari arah bangunan ruang guru. Saat dicek, bagian atap sudah ambruk dan tembok belakang terlihat miring serta berpotensi ikut runtuh.

“Penjaga sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak tata usaha pada pagi hari, dan diteruskan kepada kepala sekolah untuk langkah penanganan lebih lanjut,” lanjut Arya Suantara.

Selain ruang guru yang telah roboh, terdapat dua bangunan lain yang masuk kategori rusak berat dan perlu mendapat perhatian serius. Kedua bangunan tersebut yakni Laboratorium Biologi dan ruang kelas XII IPS 5.

Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,088 miliar. Kerusakan meliputi bangunan ruang guru, satu unit televisi 21 inci merek Polytron, serta dua unit AC merek Polytron.

Sebagai langkah antisipasi, personel kepolisian melakukan olah TKP dan memasang garis polisi pada ruang guru, Laboratorium Biologi, serta ruang kelas XII IPS 5 guna mencegah aktivitas di area berisiko.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengimbau seluruh pihak sekolah, untuk rutin memeriksa kondisi bangunan demi keselamatan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.

“Kami mengingatkan pihak sekolah, agar terus memperhatikan kelayakan bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, segera lakukan langkah pengamanan dan laporkan kepada instansi terkait maupun kepolisian,” ungkapnya.

“Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat Polri 110, untuk pelaporan cepat saat terjadi keadaan darurat,” pesat AKP Wiwin Widarti.

Hingga saat ini lokasi masih dalam pengawasan petugas. Aktivitas di area bangunan terdampak juga dibatasi, guna menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.(red)

Example 120x600
Example 120x600