Mataram – Kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, kembali menjadi sorotan publik. Lembaga Swadaya Masyarakat KASTA NTB mengkritisi deretan janji politik yang hingga kini belum berwujud nyata di lapangan. Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, mencatat sedikitnya 40 janji besar gubernur yang masih menggantung dalam narasi “akan” tanpa arah pelaksanaan yang jelas.
Dalam catatan Kasta NTB, janji-janji Gubernur Iqbal membentang luas, dari sektor infrastruktur, pertanian, energi, pendidikan, hingga pariwisata. Di antaranya pembangunan jalan port to port Lembar–Kayangan, pengambilalihan pengelolaan Pelabuhan Awang, menjadikan Sape sebagai kampung nelayan modern, hingga penciptaan 100 ribu lapangan pekerjaan baru.
Namun, Lalu Wink menilai, seluruh janji itu masih berputar dalam pusaran wacana. “Semua yang disampaikan adalah janji-janji bombastis. Faktanya, hingga hari ini masyarakat belum merasakan dampak nyata dari kepemimpinan M. Iqbal. Kami melihat lebih banyak retorika politik dibandingkan kerja nyata,” ujar Lalu Wink kepada media, Selasa (19/8).
Kasta NTB menyebut pola kepemimpinan Gubernur Iqbal lebih banyak menumpuk daftar rencana ketimbang menggerakkan roda implementasi. Beberapa janji yang disorot antara lain pemberian dana desa sebesar Rp300–500 juta ke seluruh desa, peningkatan status rumah sakit di Sumbawa, menjadikan NTB sebagai pusat produk halal nasional, hingga penggantian mobil dinas pejabat dengan kendaraan listrik.
“Ini semua seolah hanya manis di pidato, tapi tak terlihat geraknya di lapangan,” kata Lalu Wink. Ia juga menyebut sejumlah janji terdengar tidak rasional, seperti target menggelar event internasional setiap dua pekan, menjadikan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sebagai induk penerbangan nasional, hingga membentuk “aliansi emas” bersama Pemprov Jawa Timur.
Lebih kritis lagi, Kasta NTB menilai kepemimpinan saat ini justru alpa terhadap isu-isu mendasar yang langsung bersentuhan dengan rakyat. Persoalan harga gabah dan jagung, akses beasiswa non-APBD, bantuan bagi pesantren, penanganan banjir musiman, hingga upaya konkret mengurangi kemiskinan ekstrem dinilai belum mendapatkan prioritas.
“Alih-alih fokus menyelesaikan persoalan mendesak, kepemimpinan saat ini justru sibuk membangun pencitraan dan janji-janji tak terukur,” sindir Lalu Wink.
Kasta NTB mendesak agar publik mulai melakukan evaluasi terbuka terhadap jalannya pemerintahan M. Iqbal. Menurut mereka, janji-janji yang terus diulang tanpa kemajuan konkret hanya akan melahirkan kekecewaan mendalam di masyarakat.
“NTB butuh pemimpin yang bekerja, bukan sekadar mengumbar kata ‘akan’. Rakyat semakin jenuh dengan politik retorika. Inilah wajah kepemimpinan M. Iqbal yang harus dievaluasi secara jujur,” tutup Lalu Wink Haris.












