LombokFokus|Lotara – Gili Trawangan yang selama ini dikenal sebagai surga wisata bawah laut, kini juga menjadi sorotan tim Imigrasi! Dalam rangka Operasi Wirawaspada 2025, Rabu (16/7/2025), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram turun langsung ke lapangan, untuk memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing.
Operasi yang digelar sejak pukul 08.00 Wita itu, diawali dengan briefing singkat kepada para petugas, lalu dilanjutkan dengan patroli laut menyusuri beberapa spot diving favorit. Tim menyambangi kapal-kapal operator penyelaman, seperti Manta Dive, Zero To Hero Dive, dan Gili Pirates Dive.
Di tengah laut biru nan indah itu, petugas menemukan sejumlah instruktur asing. Dua di antaranya harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki. Proses pemeriksaan berlangsung dengan humanis dan profesional.
Tak hanya di laut, tim Imigrasi juga menyisir daratan—mengunjungi beberapa restoran dan tempat hiburan di Gili Trawangan. Salah satu DJ asing yang tengah tampil di sebuah bar, turut dimintai klarifikasi terkait dokumen keimigrasiannya. Suasana tetap kondusif, dan para pelaku usaha pun menyambut baik langkah itu, demi terciptanya keamanan bersama.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, menegaskan jika kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus mendukung kenyamanan sektor pariwisata.
“Pengawasan keimigrasian adalah bentuk komitmen kami, agar iklim pariwisata dan investasi di NTB tetap tertib, aman, dan sesuai aturan,” ujar Mirza.
Operasi Wirawaspada ini sebagai bagian dari langkah preventif dan represif, yang rutin dilakukan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian, khususnya di destinasi wisata unggulan seperti Gili Trawangan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan NTB tetap menjadi destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan, tapi tegas dalam aturan.(djr)












