Lombok Tengah | Lombok Fokus – Dugaan keracunan makanan yang menimpa lima siswa SDN Repok Tunjang, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, menjadi perhatian publik. Insiden ini terjadi usai para siswa menyantap makanan dari program Menu Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh dapur UD Ahmad Zaini pada Rabu (23/4/2025).
Ahmad Zaini, pemilik sekaligus penanggung jawab dapur penyedia MBG, akhirnya buka suara. Ia menyampaikan rasa prihatin dan permintaan maaf atas kejadian tersebut, sekaligus menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas makanan sesuai standar kesehatan.
“Kami turut prihatin atas kondisi para siswa dan menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Tapi kami pastikan seluruh proses pengolahan makanan sudah sesuai prosedur kesehatan. Bahan bakunya segar, dan dimasak di pagi hari sebelum didistribusikan,” ujar Zaini kepada Lombok Fokus, Jumat (25/4).
Menu MBG hari itu, kata dia, terdiri dari nasi putih, sayur kangkung, telur balado, dan buah. Makanan tersebut langsung dibungkus dan dikirim ke sejumlah sekolah, termasuk SDN Repok Tunjang.
Zaini menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan. Sampel makanan juga telah diserahkan untuk diuji lebih lanjut.
“Kami terbuka jika dinas kesehatan ingin memeriksa sampel. Kalau ada kelalaian dari kami, tentu kami akan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Suhardi, menyampaikan bahwa sampel makanan dari program MBG telah diserahkan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram untuk diuji lebih lanjut.
“Kita sedang menunggu hasilnya, kalau sudah keluar kita segera infokan,” ujarnya.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kelima siswa sempat mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Mereka langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas setempat. Beruntung, kondisi mereka kini telah membaik dan kembali bersekolah seperti biasa.








