Example floating
Example floating
BeritaDaerahPendidikanPeristiwa

‎Vidio Bullying Siswi SD Sempat Viral, Sekolah Sigap Mediasi, Kedua Keluarga Akhirnya Berdamai

×

‎Vidio Bullying Siswi SD Sempat Viral, Sekolah Sigap Mediasi, Kedua Keluarga Akhirnya Berdamai

Share this article

‎‎Lombok Timur Lombokfokus.com – Sebuah video berdurasi 1 menit 43 detik mendadak mengundang perhatian beberapa pihak karena memperlihatkan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mendapatkan bullying dari temennya.

‎‎Dalam rekaman tersebut, cukup jelas seorang siswi SD yang dipukul dan ditendang oleh temannya di dalam halaman sekolah dan disaksikan oleh beberapa temennya.

Example 120x600

‎‎Vidio tersebut diunggah oleh akun sosial media berupa Facebook milik Algazefa pada Sabtu (22/11/2025), yang memantik gelombang protes dari publik.

‎‎Namun tidak lama kemudian, video misterius itu akhirnya menghilang atau di hapus oleh pemilik akun yaitu Algazefa di hari yang sama.

‎‎Setelah di lakukan konfirmasi terhadap pemilik akun, pemilik akun atas nama Algazefa mengaku menghapus video tersebut karena tidak ingin memperkeruh keadaan.

‎‎”Saya hapus vidio itu setelah tahu mereka masih keluarga dan keduanya sudah berdamai,” ujarnya kepada media ini melalui pesan pribadi.

‎‎Mengetahui siswanya mendapat masalh, pihak sekolah langsung berkoordinasi bersama Komite, UPTD Kecamatan Jerowaru, hingga Polmas Desa Batu Nampar Selatan untuk memediasi kedua belah pihak .

‎‎”Setelah di cari tahu, ternyata kedua siswa itu memiliki hubungan keluarga,” ujar Kepala SDN 1 Batu Nampar Selatan, H. Wahid pada Senin, 24 November 2025.

‎‎lanjut Wahid, Siswi berinisial ‘H’ memecahkan genteng atap sekolah yang bisa ia capai dari sebuah tanggul setinggi satu meter. Perbuatannya dipergoki Y, yang mengancam akan melaporkannya kepada guru.

‎‎Saat itulah siswi berinisial S datang dengan nada mengancam: ‎“Awas kalau cerita sama Pak Guru!” Detik berikutnya, pukulan dan tendangan mendarat.

‎‎”Kami selama ini selalu melakukan pembinaan karakter kepada semua siswa, Tapi kejadian ini menjadi pelajaran keras bagi kami untuk lebih memperketat pengawasan,” ujar Wahid.

‎‎Setelah video menyebar cepat, pihak sekolah dengan sigap memediasi kedua keluarga, dimana pertemuan diawali dengan kondisi cukup tegang, namun berakhir bisa berdamai.

‎‎Kanit UPTD Kecamatan Jerowaru, L. Sri Gede Kadindi mengatakan bahwa mediasi sudah dilakukan dan mendapatkan perdamaian.

‎‎”Gesekan sekecil apa pun harus cepat ditangani, karena pendidikan karakter bukan sekadar formalitas, namun sudah menjadi kebutuhan,” jelas Kadindi.

‎‎Polmas Desa Batu Nampar Selatan, Ade Hukum WK, memastikan bahwa kasus tersebut sudah di selesaikan secara kekeluargaan dan tidak bergulir sampai ranah hukum.

‎‎”Sukur kasus ini cepat di tangani, sehingga tidak berdampak luas, dan tidak masuk ke ranah hukum,” kata Ade.

Iklan Ikuti Saluran Lombok Fokus

Ikuti Saluran
Lombok Fokus

Ikuti di WhatsApp
Example 120x600
Example 120x600