TGH L Al Bayan Ali Akbar di Mata Keluarga
Ia menjelaskan, Almarhum termasuk orang yang jarang keluar rumah. Ia berada di luar jika ada undangan, baik dari warga sekitar maupun dari murid-muridnya.
Sepengetahuan Lalu Zainal, Almarhum hanya menempuh pendidikan sekolah rakyat (SR). Kedalam ilmu agama itu sendiri didapatinya dari keluarga.
Ia merupakan keturunan dari salah seorang guru tarekat. Yakni dari Syaikh Sirril Burhani, dan seorang kakek salah seorang guru di tarekat yang sama yaitu, Syaikh Sirril Bayanullah.
Jadi tak heran jika Almarhum memiliki kedalaman ilmu agama. Dirinya merupakan keturunan langsung dari mursyid tarekat Naqsabandiyah di Lombok.
Lantaran itu, pemakannya juga berada di komplek para leluhurnya dikuburkan. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga.
“Pesannya kepada anak-anaknya yaitu selalu bersatu dengan saudara maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, anak lainnya, Baiq Fitriani Dwi Nispiana menceritakan, pada saat pemakaman, ia bersama saudaranya yang lain sudah menunggu kedatangan jenazah almarhum di dalam ruangan makam. Pada saat jenazah almarhum di letakkan di liang lahat, ia melihat dengan jelas jenazah tiba-tiba mengempis dan menghilang.
“Pada saat itu saya berada di dekat liang kubur Mamiq saya, pas di atas kepalanya. Tapi pada saat itu tiba-tiba saya melihat ada cahaya, entah darimana datangnya,” tuturnya.
Pada saat almarhum diletakkan di liang lahat dan selesai didoakan, seketika Fitriani bersama dengan keluarga dan jamaah yang lain melihat jasad bapaknya mengempis dan menghilang.
“Pada saat jenazahnya diturunkan, jasadnya masih ada, tapi pas selesai didoakan baru jasadnya mulai mengempis dan menghilang,” katanya.


