Baiq Diyah berharap, peran grup Pojok NTB juga punya kontribusi dalam mendukung pertumbuhan UMKM di daerah ini.
“UMKM-UMKM ini bisa dipromosikan produknya. Misalnya usaha catering dari teman ke teman, bisa difasilitasi juga melalui perkumpulan Pojok NTB ini, setidaknya informasi-informasinya,” katanya.
Diyah mengakui Pojok NTB adalah grup yang unik dan bikin betah. Selain karena tema diskusi yang beragam, juga karena pola komunikasi antar anggota yang serius tetapi santai, tegang tetapi kadang menghibur.
“Terus terang satu-satunya WAG yang saya masih bertahan adalah Pojok NTB ini. Karena semua hal kita diskusikan, dan banyak informasi yang kita dapatkan di grup ini, mulai dari kesehatan, ekonomi, hukum, dan masalah lainnya,” katanya.
Akademisi Dr Lalu Syaifudin menilai grup Pojok NTB merupakan wadah komunikasi yang strategis dalam dinamika pembangunan NTB saat sekarang ini.
Menurutnya, grup Pojok NTB cukup bagus dengan kritis terhadap pemerintah dan solutif memberikan jalan keluar.
“Pemerintah itu sehat kalau sering dikritik. Kalau tidak (dikritik) justru akan terlanjur nyaman dan cenderung korup,” kata Gayep, sapaan akrabnya.
Gayep berharap Pojok NTB semakin baik dan semakin moderatif lagi ke depannya.


