Menurutnya, apapun dinamika yang terjadi di dalam grup medos adalah sebuah dinamika yang hendaknya disikapi dengan bijaksana. Sehingga, apapun yang terjadi dalam grup harus bisa mencair dalam silaturahmi ini.
“Silaturahmi dan silaturahim harus jadi identitas, apapun perbedaan yang muncul adalah dinamika,” katanya.
Ia menegaskan, silaturahim yang baik adalah menyambung apa yang sudah terputus. Terlebih jika membicarakan tentang bagaimana membangun NTB yang lebih baik, aman dan nyaman ke depan.
“Kita saling menguatkan dan harapannya Pojok NTB jadi lokomotif perubahan, untuk NTB yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam kerangka kebersamaan maka anggota grup Pojok NTB tidak boleh ada yang susah sendirian. Karena itulah silaturahim pertemuan perlu terus dilakukan agar para anggota bisa saling mendukung satu sama lain sesuai kapasitas dan kemampuan di bidang masing-masing.
Tokoh NTB, HL Wildan menilai perkembangan grup Pojok NTB semakin hari semakin dinamis.
“Kritikan yang masuk jangan sampai jadi kles atau perpisahan. Tetapi bagaimana kritikan itu menjadi pemicu dan pemacu perbaikan dan pembehanan. Dalam hal apa saja,” katanya


