Lombok Tengah | Lombok fokus – Komunitas Community Sustainable Development (CSD) bentukan Samara terus menunjukkan gerak nyata dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat di Desa Montong Ajan, Lombok Tengah.
Dalam dua tahun terakhir, CSD semakin aktif menggarap sektor-sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga lingkungan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas keterbatasan akses layanan dasar yang masih dihadapi warga.
Di bidang kesehatan, CSD rutin menggelar workshop dan seminar dengan melibatkan posyandu serta sekolah-sekolah setempat.
Kegiatan ini menjadi solusi atas jauhnya akses fasilitas kesehatan dari permukiman masyarakat.
Leader CSD, Helmi Budi Lestari, mengatakan pihaknya fokus memberikan edukasi kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita.
“Fasilitas kesehatan cukup jauh, jadi kami hadir langsung ke posyandu untuk memberikan pembinaan, mulai dari edukasi ibu hamil, menyusui hingga perawatan balita. Kami juga bekerja sama dengan Puskesmas Batu Jangkih,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Tak hanya penyuluhan, para peserta juga dibekali pengetahuan dasar pertolongan pertama saat anak mengalami kondisi darurat. Menariknya, setiap kegiatan turut disertai pembagian makanan sehat bagi ibu dan anak, yang distribusinya tetap berlanjut di beberapa dusun meski kegiatan telah selesai.
Sementara di sektor pendidikan, CSD menjalankan program sekolah binaan yang kini mencakup 11 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMK, baik negeri maupun swasta.
Melalui program ini, CSD menghadirkan tenaga pengajar dari Samara untuk mendukung proses belajar mengajar, khususnya dalam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan teknologi informasi (IT).
“Selain Bahasa Inggris, kami juga mengajarkan komputer. Sekarang ujian sudah berbasis laptop, jadi kami tidak ingin anak-anak di sini tertinggal. Harapannya mereka memiliki keterampilan yang lebih baik di masa depan,” jelas Helmi.
Di bidang lingkungan, CSD turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah desa. Komunitas ini melakukan pengangkutan sampah sebanyak tiga kali dalam seminggu serta telah menyediakan 81 bak sampah berbahan bambu yang tersebar di berbagai titik.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah. Sampah plastik diolah menjadi produk kerajinan, sementara sampah yang tidak dapat diolah dikirim ke Selong Belanak Community Association (SBCA) untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk sampah yang tidak bisa kami olah, kami bekerja sama dengan SBCA yang memang fokus pada pengelolaan sampah,” pungkasnya.
Keberadaan CSD Samara di Desa Montong Ajan menjadi bukti bahwa peran komunitas mampu menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, dengan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dari berbagai sektor.






