“Kita berharap agar anggota grup Pojok NTB tetap mengutamakan dan mendorong stabilitas keamanan. Agar NTB tetap aman dan nyaman. Segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah pidana atau pun perdata selesaikan dengan lewat jalur hukum, jangan main hakim sendiri,” katanya.
Ia mengatakan, konsep silaturahmi digelar dengan sederhana tanpa terkesan hura-hura. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan di masa pandemi ini.
Hal ini tak lepas dari rasa empati anggota Pojok NTB kepada masyarakat Palestina saat ini.
“Masyarakat palestina sedang menangis dan grup Pojok tetap membangun solidaritas untuk membantu. Solidaritas untuk kemerdekaan Palestina, harga mati. Tetapi kita juga harus tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.
Ia menekankan, agar silaturahmi bisa menjadi perekat persaudaraan anggota grup yang berbeda latar belakang, profesi, dan lainnya.
“Di grup Pojok NTB, anggota juga bisa bebas promosi produk, tapi hanya 5 kali saja. Kalau lebih berbayar,” ujar Fihir berseloroh.


