google-site-verification=mNbK5priajcJNdqSMFETfr0zURnqarSSZmu1zHiHDpU Verification: 27a3a887773ff714

Sempat Kibarkan Bendera Putih, Didatangi Gub Zul Pedagang Ampenan Kembali Senyum Cerah

  • Bagikan
Sempat Kibarkan Bendera Putih, Didatangi Gub Zul Pedagang Ampenan Kembali Senyum Cerah
Bang Zul dan Bunda Niken - Mengunjungi dan Silaturahmi bersama pedagang kaki lima ex pelabuhan Ampenan di Pantai Ampenan pukul 09.00 wita
Sabolah

Mataram, – Kondisi ekonomi yang sulit karena pandemi yang dialami pedagang lapak di eks pantai Ampenan membuat Gubernur DR Zulkieflimansyah mengajak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, Dinas Koperasi dan Baznas NTB langsung menggelontorkan bantuan berupa sembako, modal usaha dan penundaan pembayaran cicilan bank 103 pedagang disana.

“Mudah mudahan bisa membantu meringankan kesulitan para pedagang tapi juga tetap mematuhi kebijakan pemerintah selama pandemi agar selamat dari ancaman virus pandemi”, jelas Bang Zul di Ampenan, Senin (02/08).

Iklan PUPR Lotara

Bantuan langsung yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu dari Baznas dan bantuan pinjaman qordoh hasanah melalui mesjid sebesar Rp 3 juta per pedagang. Bank NTB Syariah melalui program Mawar Emas juga menyalurkan pinjaman syariah sebesar Rp 1 juta per pedagang dan Dinas Koperasi melalui bantuan UMKM memberikan bantuan Rp 1 juta per pedagang.

Sedangkan OJK berjanji akan melakukan mediasi ke bank bank yang memberikan pinjaman para pedagang.

Selain itu, Indari, ketua Asosiasi Pedagang Lapak Pantai Ampenan mendapatkan bantuan pribadi uang tunai 2,2 juta dari Gubernur karena lapak yang hancur dan hanyut karena banjir pasang air laut.

Usai pertemuan, pedagang langsung didata dokumen resmi seperti KTP, surat keterangan usaha dan data besaran pinjaman serta nama bank peminjam.

Indari, warga yang juga ketua asosiasi pedagang mengaku sangat mensyukuri kehadiran Gubernur dan mengapresiasi respon cepat pemerintah. Namun demikian, ia meminta para pedagang tidak hanya menuntut hak tapi juga melaksanakan kewajiban mengembalikan bantuan pinjaman yang diberikan.

“Saya juga menghimbau para pedagang agar menaati awig awig (aturan) antar pedagang dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan”, katanya.

READ  Video: Kapolda NTB Pastikan Penerapan PPKM Darurat di Kota Mataram

Ia menjelaskan, sejak PPKM berlaku, para pedagang yang semula mulai berjualan dari pukul 17.00 sampai 22.00 Wita harus menutup lapak pukul 19.00. Kondisi ini dikatakannya membuat para pedagang menyerah karena jam buka yang singkat dan sepinya pembeli. (Red)

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral