Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur saat ini tengah melakukan proses verifikasi data calon penerima Program Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Proses verifikasi tersebut mendapat perhatian masyarakat, pasalnya sejumlah warga mempertanyakan bagaimana mekanisme dan indikator yang digunakan Baznas Lombok Timur dalam menentukan penerima manfaat program Mahyani tersebut.
Pertanyaan tersebut muncul lantaran masih ditemukan kondisi rumah warga yang dinilai sangat sederhana dan membutuhkan perhatian, namun masyarakat belum mengetahui secara pasti apakah kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan penerima program.
Salah satunya terlihat di Dusun Kelebuh, Desa Kuang Rundun, Kecamatan Jerowaru. Kondisi tempat tinggal salah seorang warga di wilayah tersebut tampak sangat sederhana. Bahkan, bagian pagar rumah masih menggunakan anyaman bambu yang kondisinya sudah terlihat sederhana.
”Padahal rumah itu terbuat dari anyaman bambu, namun pemerintah atau Baznas belum juga tersentuh untuk memberikan bantuan Mahyani itu,” ujar Ahmad Husnaini, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Jerowaru.
”Yang kami pertanyakan bagaimana penentuan penerima Mahyani ini, Kalau memang berdasarkan kondisi rumah dan tingkat kebutuhan, tentu masyarakat ingin mengetahui kriterianya agar prosesnya jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan,” Lanjutnya.
Sedangkan Ketua Baznas Lombok Timur Muhammad Kamli saat di konfirmasi terkait adanya Tim dari Baznas yang turun verivikasi calon penerima program Mahyani tersebut.
”Benar, saya ini tim dari Baznas sedang turun verivikasi ke lapangan untuk melihat kondisi para penerima Mahyani dan LKSA,” ujar Muhammad Kamli.
Lebih lanjut ia menjelaskan terkait bagaimana prosedur secara rinci, ia mengarahkan agar menghubungi kordinasi yang ada di masing-masing kecamatan.
”Saya sedang di luar daerah, mohon hubungi Tim yang di kecamatan,” tutupnya.















