LombokFokus|Lingsar – Awal pekan ketiga bulan November 2025 di wilayah Kecamatan Lingsar berjalan padat. Sejumlah kegiatan penting dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Lingsar, di empat desa sekaligus, mulai dari mediasi warga, peninjauan titik banjir, pengamanan hearing soal tanah pecatu, hingga edukasi anak sekolah.
Kapolsek Lingsar, Iptu Herwin Jonathan Nababan, S.Tr.K, memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, kondusif, dan mendapatkan respons positif dari warga.
Kegiatan pertama berlangsung pukul 09.00 Wita di Kantor Desa Gegelang. Bhabinkamtibmas Desa Gegelang Bripka Muhammad Sapwan bersama Babinsa Sertu Muliyawan, memfasilitasi mediasi antara Sirojudin alias Raju dengan para kadus dan tokoh agama.
Sebelumnya, Sirojudin melontarkan umpatan kepada perangkat desa dan para kiyai, setelah tidak diizinkan menggelar acara dengan mendatangkan grup tetabuhan Ale-Ale. Ia pulang dalam keadaan mabuk dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas.
“Syukurlah kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan. Namun jika terulang, proses hukum akan kami tempuh,” tegas Kapolsek Herwin.
Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga soal kewaspadaan terhadap kasus 3C, yang marak di wilayah hukum Polsek Lingsar.
Ditempat lain, sekitar pukul 10.30 Wita Bhabinkamtibmas Desa Batu Kumbung Aiptu Musta’an bersama Kades Batu Kumbung, Babinsa, dan unsur Pemdes Selat meninjau titik banjir di jalur penghubung kedua desa.
Hasil peninjauan menemukan dugaan penyebab banjir yakni bangunan ruko milik warga, yang berdiri di atas aliran sungai, yang mengakibatkan penyempitan aliran dan air meluap setiap hujan deras.
“Bangunan itu sudah pernah ditegur sejak proses pembangunan. Pemdes akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk tindak lanjut,” ujar Iptu Herwin.
Masih di hari yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Gegerung Aipda Sutaryono melakukan pengamanan hearing, terkait sengketa tanah pecatu seluas 1,1 hektare yang diklaim sepihak oleh mantan kades, Haji Maksum.
Sekitar 100–200 warga Dusun Ketapang ikut hadir menyampaikan tuntutan, di antaranya mendesak Pemdes menolak klaim sepihak, meminta izin menggarap kembali tanah wakaf/pecatu, mengusulkan sanksi untuk mantan kades, mengembalikan tanah sebagai hak penghulu/kiyai, dan meminta aparat hukum menindak provokasi di media sosial.
Pengamanan dilakukan bersama Danposramil, Kanit Provost Polsek Lingsar, Babinsa, dan perangkat desa.
“Alhamdulillah, aksi berjalan tertib dan damai. Semua pihak sepakat menunggu proses penyelesaian sesuai aturan,” kata Kapolsek Herwin.
Kegiatan terakhir dilakukan kembali oleh Bripka Muhammad Sapwan di Gegelang Daye. Ia memberikan imbauan kepada pelajar tsanawiyah yang sedang istirahat, agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri, menghindari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, serta tetap waspada terhadap tindak kejahatan 3C.
Kapolsek Lingsar Iptu Herwin menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen Polsek Lingsar, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mulai dari konflik kecil warga, masalah banjir, sengketa tanah, sampai edukasi pelajar, semua adalah bagian dari tugas kami. Intinya, kami ingin masyarakat merasa aman dan dilayani,” ujarnya.
Seluruh kegiatan dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.(djr)












