Lombok Barat – Walupuan dalam kedaan Covid 19 yang mengganas, anggota pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) 43 mempunyai program yang berfokus pada pengembangan pendidikan bebahasa.Kegiatan pengembangan bahasa ini dilakukan di Desa Senteluk lauq Kecamatan Batu layar Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Proker tentang Pengembangan kami ini ditunjukkan pada upaya peningkatan pendidikan dalam berbahasa menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, agar sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi serta kebudayaan yang pesat.Salah satu anggota PMM 43 UMM, Khaerul Sa’ban disapa Sya’ban menjelaskan “Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan organisasi kelokop dan pengurus pondok pesantren Islahul-Muslimin agar progam kerja ini bisa menjadi program kerja lanjutan sehingga menjadikan dusun senteluk lauq menjadi dusun yang dikenal dengan dusun pendidikan.”
Pengembangan Bahasa itu sendiri kami lakukan melalui media cetak setiap sekali seminggu dan dengan cara mengunjungi masyarakat,madrasah dan pondok pesantren.Sebelum kami menempelkan kosa kata yang ada,kami terlebih dahulu mengajarkan anak-anak SD sederajat supaya bisa dengan mudah memahami kosa kata tersebut.Untuk Penmpelan kosa kata sendiri kami melakukannya secara bertahap dari minggu ke dua sampai minggu ke empat.
Pada minggu ke dua kami berfokus menempelkan kosa kata di area Pondok pesantren yang ada di Desa yaitu Pondok Pesantren Islahul Muslimin.Untuk menjadikan sebagai program kerja yang berkelanjutan kami bekerjasama dengan pengurus pondok untuk menggantikan kosa kata yang ada disekitar pondok setiap 2 minggu sekali.
Pada minggu ke tiga kami berfokus menempelkan kosa kata di area madrasah,kegiatan kami di dukung oleh pimpinan madrasah dan siswa-siswi juga membantu kami dalam menempelkan kosa kata tersebut.Pemimpin madrasah juga menyetujui bekerjasama dengan kami untuk menggantikan kosa kata 2 minggu sekali.
Pada minggu ke empat kami berfokus menempelkan kosa kata di sekitar jalan di desa yang sekiranya dapat dengan mudah dilihat oleh warga desa.Dalam hal ini kami bekerjasama dengan organisasi desa yangt berfokus pada pengembangan pendidikan di desa yaitu Kelokop.





