Lombok Tengah | Lombok fokus – Sebanyak 17 pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Tengah masa bakti 2025–2029 resmi dilantik dalam rangkaian acara pelantikan dan rapat kerja yang digelar secara sederhana namun khidmat. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen lintas agama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah, Kamis 29 Januari 2026.
Ketua Panitia, H. Hambali, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung semangat harmoni hidup berdampingan dengan semua agama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan mendukung terselenggaranya acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua FKUB Lombok Tengah, Tgh. Lalu Mala Sar’i, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kita menggelar acara yang sederhana, jauh dari kata mewah. Namun kesederhanaan ini tidak mengurangi makna perjuangan kita. FKUB hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh umat beragama di Lombok Tengah,” katanya.
Ia menjelaskan, FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama, sekaligus mitra pemerintah dalam mendeteksi dini potensi gesekan sosial yang berlatar belakang agama.
“Tugas kita bukan hanya hadir saat ada persoalan, tetapi membangun komunikasi sejak dini. Kerukunan itu harus dirawat setiap hari melalui dialog, silaturahmi, dan saling menghargai,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman di Lombok Tengah merupakan kekuatan sosial yang harus dikelola dengan bijak, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Perbedaan keyakinan jangan sampai menjadi jarak. Justru itu harus menjadi kekayaan yang memperkuat persaudaraan kita sebagai masyarakat Lombok Tengah,” tegasnya.
Tgh. Lalu Mala Sar’i juga berharap FKUB ke depan mendapat dukungan lebih luas dari pemerintah daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) agar program-program pembinaan kerukunan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap FKUB bisa terus dilirik dan diperkuat oleh pemerintah daerah. Sinergi dengan berbagai pihak sangat penting agar upaya menjaga toleransi dan kerukunan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, H. Lalu Syahdi, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan FKUB dalam menjaga situasi daerah yang aman dan nyaman.
“Kami akan bersinergi dengan FKUB agar keamanan dan kenyamanan daerah tetap terjaga. Kemenag siap mendukung berbagai kegiatan FKUB,” ujarnya.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Lombok Tengah.
“Kita bukan seperti Maladewa yang relatif homogen. Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan ras. Keberagaman ini harus kita jaga persatuannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan potensi konflik berbasis suku, agama, dan ras (SARA) harus dihindari melalui pendekatan yang humanis dan dialogis.
“Konflik agama, ras, dan suku harus kita hindari dengan pendekatan kerukunan yang humanis. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan untuk semua agama,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung capaian Lombok Tengah yang baru-baru ini meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC). Dengan capaian tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.
Pelantikan pengurus FKUB ini diharapkan memperkuat peran forum sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah Lombok Tengah.






