Penulis :Septiana Amaliatun Sholihah
Linkungan dapat mempengaruhi bahkan sangat mempengaruhi karakter anak. Lingkungan yang baik dapat membentuk karakter anak menjadi baik begitupula sebaliknya lingkungan yang kurang baik dapat membentuk, karakter kurang baik pada anak. Sehingga sebagai orang tua atau guru sebaiknya memilih lingkungan yang baik untuk anak agar perkembangan karakter anak baik, dilingkungan masyarakat juga sebaiknya memberikan contoh yang baik terhadap anak. Lingkungan yang baik akan mempengaruhi karakter yang baik pada anak karena, anak belum bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik untuk diri nya.
Dalam bahasa inggris character berarti watak, sifat, peran dan huruf. Secara istilah karakter dapat diartikan sebagai sifat, tabiat, akhlak dan kepribadian manusia. Menurut Martin Luther King dalan Novan Ardi (2012:20) yang dikutip dari buku Membentuk Karakter Baik pada Diri Anak, mengatakan bahwa “ intelligence plus character that is the goal of true education”. Karakter berasal dari bahasa yunani charassein yang berarti mengukir. Karakter dibaratkan mengukir batu permata atau permukaan besi yang keras. Donni Koesoema A menyeburkan karakter sama dengan kepribadian. Sedangkan menurut Mansur Muslich, karakter berkaitan dengan kekuatan moral, berkotonasi positif, bukan netral.
Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen baik karakter, yaitu:
Moral Knowing berkaitan erat dengar kesadaran moral, pengetahuaan nilai moral dan penentuan sudut pandang.
Moral Feeling berkaitan erat dengan kesadaran jati diri,harga diri, empatu, mencintai kebenaran dan humility.
Moral Action merupakan perbaduan antara Moral Knowing dan Moral Feeling yang diwujudkan dalan bentuk kopetensi, keinginan dan kebiasaan.
Lingkungan tidak hanya diartikan sebagai wilayah, daerah asal tempat tinggal, namun menurut Encylopedia of Science and technology (1960) menyatakan bahwa “lingkungan adalah sejumlah kondisi diluar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme-organisme” . Imam Supardi juga menyatakan bahwa “ lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada didalam ruangan yang kita tempati”.
Menurut Sertain seperti dikutip oleh Ngalim membedakan dalam tiga jenis lingkungan yaitu:
a. Lingkungan fisik (physical emvironmental), yaitu segala sesuatu di sekitar Manusia yang berbentuk benda mati, rumah, kendaraan, gunung, air, dan Sebagainya.
b. Lingkungan biologis (biological inviromental) yaitu segala sesuatu yang berada disekitar manusia yang berupa organisme hidup selain dari Manusianya itu sendiri seperti binatang-binatang mulai dari besar sampai kecil, tumbuh-tumbuhan dari yang besar sampai yang terkecil.
c. Lingkungan sosial/ masyarakat (social enverimental), yaitu semua orang/ manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan social itu ada yang kita terima secara langsung seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain yang tidak langsung melalui radio dan televisi, dengan membaca buku, majalah dan berbagai cara yang lain.
Ngalim Purwanto menyatakan, “lingkungan pendidikan yang ada dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
1. Lingkungan Keluarga, yang disebut juga lingkungan pertama.
2. Lingkungan Sekolah, yang disebut juga lingkungan kedua.
3. Lingkungan Masyarakat, yang disebut juga lingkungan ketiga.
Lingkungan keluarga merupakan tempat bersosialisasi pertana kai bagi anak, kesuksesan keluarga dalam membentuk karakter anak ter gantung pada cara atau metode yang digunakan dalam mengasuh. Dari usia bayi hingga remaja anak masih butuh arahan dan bimbingan dari keluarga khususnya orang tua. Keluarga yang harmonis dapat berdampak baik pada perkembangan karakter anak jika sebaliknya yang akan terjadi maka kan berimbas pada pembentukan karater anak yang menjadi kurang baik. Dampak dari lingkungan keluarga yang harmmonis ataupun kurang harmonis bisa diberakibat pada karakter anak ketika ia remaja atau pun mulai dewasa nanti. Misalkan jika keluarga yang kurang harmonis kelak ketika ia mulai dewasa anak tersebut memiliki karakter atau kepribadian yang kurang baik, menjadi pribadi yang pendendam atau pun memiliki jiwa yang psikopat dan hal tersebut dapat mempermalukan keluarga. Dengan demikian memilih metode atau pun cara mengasuh sangat penting karena dapat mempengaruhi karakter anaak dan juga linkungan keluarga yang baik dapat membentuk karakter atau jiwa yang baik kepada anak. Ingat lah para orang tua, anak merupakan anugrah terindah yang allah SWT titip kepada anda untuk anda rawat dan didik menjadi manusia yang baik.
“ setiap anak dilajirkan dalan keadan fitrah. Kemudian kedua orang tua nya lah yang menjadi kan anak itu menjadi yahudi, nasrani, atau majusi. Sebagaimana binatang ternak melahirkan binatang ternak dengan sempurna . apakah kalian melihat ada cacat pada nya?” (HR. Muslim No. 4803).
Lingkungan sekolah. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat terjadi belajar mengajar antara siswa dan guru dan tempat terjadinya pembentukan karakter anak. Sekolah juga merupakan lanjutan pola asuh atau pendidikan karakter anak dari keluarga, dimana jika berada disekolah guru lah yang akan menjadi pengganti orang tua mendidik anak. Guru tidak hanya semata – mata mengajarkan atu memberikan pelajaran akan tetapi guru mau pun seluruh warga yang ada disekolah dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak. Menurut 0uhibbin Syahsekolaj terdiri dari dua macam, yaitu lingkungan social dan lingkuan non social. Lingkungan social sekolah seperti guru dan teman sekelas. Lingkungan non social sekolah seperti gedung sekolah, alat – alat yang digunakan ketika belajar dan lain sebagainya.
Lingkungan masyarakat merupakan tempat anak bersosialisai selain keluarga dan sekolah. Linkungan masyarakat tempat Saling beriintraksi dan saling mempengaruhi, anak dapat memberikan pengaruh ter hadap lingkungan sekitarnya dan juga dapat di pengaruhi. Lingkungan masyarakat juga dapat memberikan pengaruh baik dan tidak baik terhadap perkemabangan karakter anak. Sebagai masyarakat kita perlu dan sudah seharusnya menciptakan suasan lingkungan yang baik, nyaman, aman dan damai. Lingkungan masyarakat dapat memberikan pendidikan karakter terhadap anak, baik atau buruknya prilaku anak ter gantung terhadap lingkungan sekitarnya.
Ada berbagai cara atau metode untuk membentuk karakter anak, sebagaimana yang telat di paparkan dan di jelaskan dalam buku tentang pendidikan karakter anak. Berikut ini metode menurut An-Nahlawi:
Metode Hiwar merupakan metode percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Metode Qishah merupakan metode cerita
Metode uswah atau metode keteladanan
Metode Pembiasaan.
Menurut Doni Koesoema dalam Jamal Makmur (2011:16), metode pendidikan karakter yaitu:
Penajaran
Keteladanan
Menentukan prioritas
Praktis prioritas
Refleksi ,
Dengan demikian telah dipaparkan metode pendidikan karakter maka dapat memilih metode yang akan di gunakan dan diterapkan dalam mempengaruhi karakter anak. Jadi pada intinya lingkungan sangat mempengaruhi karakteri anak. Baik buruk nya karakter anak tergantung dari lingkungannya. Baik lingkungan sekitar anal maka baik pula karakter anak begitupun sebaliknya.
Referensi
Hapudin, Muhammad Soleh.2019 Membentuk Karakter Baik Pada Anak. Jakarta : Tazkia Press.
Binti Maemunah 2009, Ilmu Pendidikan,cet 1, Yogyakarta: teras hal. 100
Sani, Ridwan Abdullah.2016, Pendidikan Karakter Anak, Jakarta: PT Bumu Akasara.





