Verification: 27a3a887773ff714

Pelanggan SPBU Rarang Protes Dilarang Isi Premium

  • Bagikan
Sabolah
Pelanggan SPBU Rarang Protes Dilarang Isi Premium

LOMBOK TIMUR| Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) Rarang, Kabupaten Lombok Timur tidak memberikan konsumen kendaraan umum untuk membeli BBM jenis Premium/ bensin. 
 
Kejadian itu dialami oleh salah satu konsumen Sawaludin Aweng  pada sabtu malam (16/10/2020)  jam 21 PM , kejadian itu bermula saat Aweng mengantri untuk mengisi BBM jenis premium di mesin pengisian premium , pas sampai gilirannya di mesin pengisian tiba tiba petugas menyampaikan bahwa pengisian BBM jenis premium di hentikan karena sudah jam 9 malam, sontak penyampaian tersebut menimbulkan pertanyaan dari sawaludin aweng yang mengatakan 
“kenapa bisa seperti ini padahal kami sudah mengantri lama dan mesin pengisian masih hidup serta  masih ada beberapa org juga ikut ngantri di belakangnya, dengan nada tinggi dan terkesan menantang , petugas tersebut  kemudian menjawabnya  dengan mengatakan bahwa silahkan bertanya dan berurusan dengan pengawas yang ada di dalam , kami di perintah tutup penjualan premium sampai jam 9 malam saja dan silahkan anda membeli pertamax atau pertalite,” cerita Aweng kepada media ini. (17/10/20)
Ia menanyakan peraturan dari mana yang mengatakan ada pembatasan waktu untuk membeli premium.
“Atas tindakan yang dilakuan petugas terhadapnya, konsumen ini  justru mempertanyakan kenapa bisa terjadi hal seperti ini dan sejak kapan ada aturan pembatasan waktu penjualan premium di SPBU,” ungkapnya sambil bertanya  
Menurutnya tindakan yang dilakukan petugas itu sudah menciderai kepuasan pelanggan. Sehingga ini perlu dilaporkan sebab dalam aturan Pertamina memberikan  pelayanan ke konsumen selama 24 jam. Dan itu jelas terpampang di setiap SPBU. 
“Tidak boleh mereka melakukan seperti itu kepada konsumen, apalagi sampai memaksa mereka untuk membeli produk BBM jenis yang lain,” geramnya .
Menurut Aweng sapaan akrab ketua Pemuda Pancasila Lombok Timur yang juga ketua umum HIPMI NTB ini 
” ada permainan apa ini, sejak kapan rakyat di paksa beli BBM jenis pertalite dan pertamax , saya melihat ada upaya masive dari pihak regulator ( pertamina ) dan operator ( SPBU ) untuk menghilangkan BBM jenis premium di lapangan, ini ada kecurigaan saya kenapa di setiap pom bensin hanya di sediakan satu selang pengisian BBM jenis premium sedangkan lebih banyak pertalite dan pertamax , beberapa hari lalu juga saya mengisi BBM di salah satu SPBU besar di kota mataram yang memiliki mesin pengisian BBM cukup banyak yang di dominasi oleh mesin pengisian  pertalite dan pertamax tapi untuk mesin pengisian premium  hanya di sediakan satu mesin pengisian yang mana salah satu selang pengisiannya  di tutup dan hanya satu selang pengisian yang dibuka , petugasnya mengatakan bahwa itu perintah pertamina dan bos nya ”  terangnya.
Ia akan mendatangi pertamina untuk mempertanyakan hal tersebut.
“ada permainan apa ini,  kita minta pertamina menindak SPBU nakal atau siapapun yang terlibat dalam sindikasi permainan bisnis gila ini,” ungkapnya.
Dalam sistem niaga jika barang yang ditawarkan masih ada, kemudian konsumen meminta maka pedagang itu harus memberikan dengan dasar akad yang Syah yaitu tidak ada kecurangan yang membuat salah satu pihak dirugikan . 
Lebih lanjut kata Aweng, pada saat kejadian, banyak drigen drigen yang sudah berjejer di samping mesin pengisian untuk di isi premium , menurutnya SPBU ini lebih mementingkan pembelian kepada konsumen lainnya yang membawa jerigen daripada kendaraan. Padahal dalam aturan Pertamina pembelian jerigen tidak boleh dikedepankan.  
“Sementara  PT. Pertamina sendiri  memastikan operasional penyaluran BBM ke masyarakat harus terpenuhi dan kondusif terutama para pengguna jalan. Sehingga Pertamina dapat menopang kebutuhan masyarakat,” tutupnya. 
www.lombokfokus.com

Facebook

READ  GEMPA dan IPPNU Loteng Berikan Penghargaan untuk Kasat Reskrim Loteng
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral