Scroll untuk baca artikel

NTB Gemilang: Antara Gelap dan Benderang

×

NTB Gemilang: Antara Gelap dan Benderang

Share this article
Rafial Nazir Ketua Cabang PMII Kota Mataram

Keempat, Gemilang Lingkungan, dalam bagiannya  NTB Zero Waste menjadi salah satu program yang digadang-gadang akan membuahi dampak yang sangat baik dan sangat digaungkan oleh Pemerintah Provinsi, kemudian NTB Hijau, Bank Sampah, Taman Asri, Geopark Dunia sampai ke Tata Ruang Berkelanjutan, ini sangat banyak sekali program-program yang berjalan yang sangat minim kita tau perkembangannya, artinya bila kita hanya disuguhkan berita itu tidak cukup tanpa ada bukti nyata yang kita lihat, jangan sampai program ini hanya banyaknya saja dan dimanfaatkan oleh para oknum untuk dijadikan sebagai lading mencari keuntungan, sehingga dampaknya tidak maksimal, itulah kenapa penting transparansi itu dilakukan oleh pemerintah.

Kelima, Gemilang Ekonomi, Pariwisata, Pertanina dan Industri, dintaranya Melawan kemiskinan dari Desa, HHBK Unggul, E-Commerce, Bumdes Maju, Science Technology Industri Parl (STIP) Inovatif, Koperasi Aktif, Keluarga Sasambo Gemilang, NTB ramah investasi, UMKM Bersaing, 99 Desa Wisata, Perda Produk Lokal, Rumah Kemasan, Pertanian Lestari, Kampung Unggas, Revitalisasi BLK, Apartemen Ikan, KRPL dan Industrialisasi Produk Pertanina. Dalam sector kemiskinan memang NTB cukup baik dalam proses penangannnya yang kita lihat dan baca di beberapa media cetak maupun online, pandemi covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di indonesia naik signifikan. namun, provinsi ntb tidak bernasib seperti provinsi lain yang kemiskinannya naik cukup tinggi. data terbaru badan pusat statistik (BPS) menempatkan ntb sebagai provinsi peringkat sembilan terbaik nasional dalam menahan laju kemiskinan di indonesia. bahkan, capaian ntb ini masih lebih baik dibandingkan laju kemiskinan secara nasional. berdasarkan data bps, jumlah penduduk miskin di ntb pada september 2020 tercatat sebesar 746,04 ribu orang (14,23 persen). Pada maret 2020, jumlah penduduk miskin di ntb sebesar 713,89 ribu orang (13,97 persen). terlihat adanya kenaikan persentase penduduk miskin (P0) selama periode maret 2020 – september 2020 yaitu sebesar 0,26 persen. Jumlah penduduk miskin pada september 2020 sebanyak 746,04 ribu orang, meningkat sekitar 32,15 ribu orang dibanding maret 2020 yang sebanyak 713,89 ribu orang. Jika dibandingkan dengan 34 provinsi di indonesia, posisi provinsi ntb ada di urutan 9 dari 10 besar provinsi yang menahan laju kemiskinan dengan baik. Namun disisi lain juga, kemiskinan ini masih menjadi masalah penting yang harus dituntaskan atau paling tidak dikurangi, karena melihat dari kaca mata Hak Asasi Manusia ternyata sampai hari ini masih sangat banyak warga yang terlantar, termasuk juga orang gila bagaimanapun juga mereka adalah manusia dan punya hak yang sama dengan kita, maka penting pemerintah dalam hal menangani hal tersebut.

Example 120x600
Example 120x600