Kedua, Gemilang Birokrasi, katanya NTB Care akan bisa menjadi layanan public berbasis mobile kemudian NTB Satu Data, NTB satu Peta dan yang lain, faktanya data msayarakat itu masih sangat banyak hal yang kurang, dalam perspective social kemasyarakatan misalkan, masih saja data terhadap kelompok rentan, merjinal, kelompok minoritas, lansia dan difabel itu masih saja menjadi perosalan, banyak juga masyarakat miskin yang belum terdata, sehingga jangan heran masih saja ada anak yang tereksploitasi karena belum bisa mengakses jaminan social akibat dari persoalan data yang masih tidak jelas.
Ketiga, Gemilang Pendidikan dan Kesehatan, kita bisa lihat bahwa kebodohan itu merupakan salah satu dari jenis masalah social yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan yang baik, masih saja terdapat anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, tidak mampu bersekolah dan bahkan tidak bisa mengakses fasilitas tempat sekolah, pendidikan di Nusa Tenggara Barat menjadi sector penting dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dengan adanya 1.000 Cendekia, literasi digital, NTB Juara Rumah bahasa dan setersunya, itu semua dilakukan dengan harapan mendidik Generasi Emasnya NTB, Faktanya dalam sector pendidikan juga masih belum jelas substansinya yang terlihat, termasuk juga dampak yang signifkan dalam menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) dari Program Beasiswa yang diberikan oleh Gubernur NTB, pengangguran terus meningkat dan lapangan kerja makin menyempit maka jangan heran pendidikan di NTB itu bukan malah melahirkan 1.000 Cendekia tapi melahirkan ribuan buruh yang terwisuda tiap tahunnya, lebih-lebih ditambah dengan dampak Covid-19 yang mempengaruhi semua sector termasuk pendidikan itu sendiri, banyak anak putus sekolah, perknikahan dini makin marak, kekerasan seksual juga terjadi maka moral kualitas pendidikan Nusa Tenggara Baratlah yang akan hilang.

