Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadline

Memasuki Musim Panen Tembakau, Disiplin Perangkat Desa Moyot Dipertanyakan

×

Memasuki Musim Panen Tembakau, Disiplin Perangkat Desa Moyot Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur – Memasuki musim panen tembakau, kedisiplinan dan profesionalitas sejumlah perangkat desa di wilayah Lombok Timur mulai menjadi sorotan masyarakat.

‎Pasalnya, aktivitas pelayanan di sejumlah kantor desa seperti di Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) disebut mengalami perubahan, terutama terkait kehadiran staf dan perangkat desa pada jam kerja.

IKLAN
Example 300x600

‎Warga menilai, memasuki musim panen tembakau, sebagian besar perangkat desa justru lebih sering terlihat berada di luar kantor, Jika sebelumnya pelayanan dan aktivitas pemerintahan desa dimulai sekitar pukul 08.00 WITA, kini terlihat kantor Desa masih kosong pada jam 09:00 pagi.

‎”Sederhananya begini, meski mereka tidak ada pekerjaan sekalipun di kantor desa, minimal mereka ada di sana sebagai bentuk profesionalisme. Jangan gara-gara tidak ada masyarakat yang dilayani lantas mereka tidak masuk kantor,” ujar salah seorang warga Moyot yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Senin, (27-08-2026)

‎Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai keberadaan perangkat desa di kantor, tetapi menyangkut tanggung jawab terhadap amanah dan fasilitas yang melekat pada jabatan mereka. “mau ada atau tidaknya masyarakat yang di layani, mereka harus menunjukkan sifat profesionalnya,” lanjutnya.

‎Dalam struktur pemerintahan desa, terdapat kepala desa, sekretaris desa, tiga kepala urusan (Kaur), serta tiga kepala seksi (Kasi). Keberadaan perangkat tersebut semestinya dapat menjamin pelayanan masyarakat tetap berjalan selama jam kerja.

‎”Kalau memang ada perangkat yang tidak masuk karena mendapat tugas dari kepala desa untuk bekerja di luar kantor, tentu harus jelas. Tapi kalau karena sibuk dengan urusan pribadi atau usaha, ini yang perlu dipertanyakan,” lanjut warga tersebut.

‎‎”Jangan sampai karena musim tembakau, menjadi alasan tersirat mereka melalaikan tanggung jawab mereka,” tutup warga warga yang menjadi tetangga kantor desa itu.

‎Di tempat terpisah, PJs Kepala Desa sementara Desa Moyot saat di konfirmasi mengatakan budaya kerja seperti kedisiplinan para perangkat atau staf desa di Desa Moyot belum sepenuhnya di ketahui karena ia baru masuk seminggu lalu.

‎‎”Terkait budaya kerja atau jam masuk perangkat disini belum sepenuhnya tiang tahu, karena saya baru masuk jadi PJ baru satu Minggu ini,” ujar Habiburrahman selalu PJs Kades desa Moyot.

‎‎”In Shaa Allah semuanya akan aman dan segera kita evaluasi guna menghindari keluhan masyarakat,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600