“Batu ini masih ada di depan asrama Pangeran Dipenogoro Pondok Induk Bahrul Ulum Tambakberas. Bisa dicek disana, bisa difoto juga. Insya Allah masih dijaga sama pengurus,” jelas Kiai Jauharuddin.
Doa Kiai Hasan yang ingin memiliki keturunan yang saleh-salehah nampaknya terwujud lewat Kiai Usman. Hal ini bisa kita lihat dari keturuannya yang kelak menjadi tokoh besar seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim, KH. Karim Hasyim, Nyai Khoriyah Hasyim dan Muhammad Yusuf Hasyim. Di era modern ini, keturunan Kiai Usman terus menghiasi perkembangan Indonesia seperti Gus Dur, KH. Shalahuddin Wahid, dan Yenny Wahid.
Menurut juru kunci makam Kiai Usman yang bernama Mbah Fatih, diantara keturunan Kiai Usman yang punya perhatian khusus ke tempat peristirahatan terakhir Kiai Usman adalah Gus Dur. Presiden RI ke-4 ini pada tahun 2001 secara khusus membangun lokasi sekitar makam agar para peziarah lebih nyaman. Bahkan sebelum wafat pada tahun 2009 lalu, Gus Dur masih menyempatkan diri ziarah ke Tambakberas.
“Dulu makamnya tidak sebagus ini, sekarang sudah ada atap, pakai keramik, dan kamar mandi juga ada. Gus Dur yang merenovasi bangunan ini. Sering datang kesini, dan kadang tidak ada yang tahu kalau ia kesini,” pungkasnya. (red)


