Scroll untuk baca artikel

KH. Usman Kakek dari Hadrotussyakh Hasyim Asyari

×

KH. Usman Kakek dari Hadrotussyakh Hasyim Asyari

Share this article
KH. Usman kakek dari Hadrotussyakh Hasyim Asyari
Sebuah foto tua yang mengabadikan bentuk klasik Masjid Gedang (Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur) yang diambil pada tahun 1950-an.

Jalur thariqat Kiai Usman di dapatkan lewat Kiai Wahab dari Jorosan yang mengamalkan thariqat Qodiriyah wa Naqsabandiyah. Dan ketika Kiai Usman meninggal dunia pengembangan pondok thariqat pindah ke Kapas, Peterongan, Jombang dikarenakan ia tidak punya penerus anak putera. Hingga saat ini, jamaah thariqat ini masih eksis dan terus memiliki pengikut. Sementara sisa santri yang masih ada sebagian pindah ke sebelah barat sungai, bergabung dengan pondok Kiai Said. Sebagian lagi ikut menantunya bernama Kiai Asy’ari ke Jombang bagian selatan tepatnya di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Kemudian dari sini berkembang menjadi Pondok Pesantren Tebuireng sekarang.

Ada hal unik saat Kiai Usman belum lahir. Saat Kiai Usman masih di dalam kandungan sang ibu, ayahnya Kiai Hasan mengalami kejadian unik. Saat itu Kiai Hasan sedang memasak nasi diatas tungku, tiba-tiba telihat benda berkilau di dasar tungku. Setelah diamati oleh Kiai Hasan, nampaklah bongkahan-bongkahan emas. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil cangkul dan menggali tanah untuk mengubur emas tersebut. Sambil menggali ia meratap, “Bukan ini duh Gusti, yang hamba cari. Bukan ini”.

IKLAN
Example 120x600

Kiai Hasan mengharapkan keturunan yang bisa melampiaskan dahaganya akan ilmu pengetahuan. Doanya pun terkabu, tak lama kemudian lahirlah anak laki-laki yang diberi nama Usman. Usman kemudian di titipkan kepada Mbah Soichah untuk dididik secara langsung. Pemuda bernama Usman ini akhirnya menjadi salah seorang murid terpandai sehingga Mbah Soichah merasa perlu mengangkatnya sebagai menantu.

Selain menitipkan putranya ke ulama, Kiai Hasan dan sang istri sepanjang pernikahan dan ketika mengandung, kedua suami-istri ini melakukan tirakatan. Tirakatan tersebut antara lain berpuasa selama 22 tahun lamanya.

“Kiai Usman adalah sosok kiai yang kuat dzikir dan tirakatnya, masjid tempatnya wiridan masih ada hingga saat ini. Masjid itu dikasih nama Al-Utsmani,” jelas KH Jauharuddin.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Kabupaten Jombang ini menjelaskan, Kiai Usman selain sebagai tokoh agama ahli tharikat ia juga merupakan ahli dalam pengobatan. Banyak masyarakat sekitar yang datang ke rumahnya untuk berobat. Bila ditelisik, rumah Kiai Usman berada di lokasi yang saat iniditempati  Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Jombang. Tepatnya barat Mts N 3 Jombang.

Bahkan Kiai Usman punya tempat khusus untuk menumbuk atau menghaluskan obat yang akan diberikan kepada pasien. Tempat tersebut berupa batu yang cukup besar dan bagian tengahnya dilombangi. Sehingga tak mengheran kan bila kemudain hari ada keturunan KH. Usman yang menjadi dokter, bernama dr Umar Wahid.

Example 120x600
Example 120x600