Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Kapolda NTB Sampaikan Laporan Akhir Tahun 2020, kasus GKTM Menurun

Sabolah
Kapolda NTB Sampaikan Laporan Akhir Tahun 2020, kasus GKTM Menurun

Mataram | Dalam jumpa pers akhir tahun 2020 bersama pimpinan dan awak media yang dihadiri unsur Pimpinan DPRD dan Ombudsman NTB tersebut, Kapolda NTB menyampaikan bahwa kasus Kejahatan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (GKTM) pada 2020, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan pptahun 2019, dimana pada tahun 2019 terdapat 6.822 kasus turun menjadi 6.036 kasus.
 
“Alhamdulillah, 2020 terjadi penurunan kasus kejahatan sebanyak 786 kasus dibandingkan tahun 2019. Penyelesaian perkara pada tahun 2019 dari 6822 kita dapat menyelesaikan sebanyak 4.145 atau 61 pesen, tetapi pada tahun 2020 dari 6036 kami juga00 dapat menyelesaikan sebanyak 3.996 atau 65 persen,” katanya.
 
“Ini tidak membuat kami berpuas diri, kami ingin tahun 2021 kasus-kasus yang terjadi akan kami upayakan agar terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan, agar seluruh masyarakat lebih terjamin keamanannya, lebih terwujud perlindungan dan pengayoman terhadap seluruh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” tambah Kapolda.
 
Mantan Kadiv Humas Polri itu juga menyampaikan bahwa hal serupa terjadi pula pada kasus kejahatan-kejahatan lainnya, seperti kejahatan konvensional yang pada tahun 2019 crime total (CT) sebanyak 6.507 menjadi 5.709 pada tahun 2020, dengan tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) 3.919 pada 2019 dan 3.596 pada tahun 2020.
 
“Tahun 2020 terjadi penurunan kasus kejahatan konvensional sebanyak 798 kasus dibandingkan pada tahun 2019,” sebutnya.
 
Sementara terkait kejahatan 3C diantaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian disertai kekerasan (curas/begal), dan pencurian kenadaraan bermotor (curanmor) pada tahun 2020 juga mengalami penurunan 866 kasus. Demikian pula kejahatan terhadap kekayaan negara dari 43 kasus di tahun 2019, turun menjadi 36 kasus pada tahun 2020.
 
“Artinya, mengalami penurunan sebanyak 7 kasus pada tahun 2020,” ujarnya.
 
Selain itu, di antara kasus menonjol seperti perkelahian, pengerusakan, penghadangan/pemblokiran/penyegelan, pembunuhan, penembakan orang tak dikenal (OTK), asusila (sodomi), penculikan, dan lain-lain terjadi penurunan 44 kasus.
 
Sedangkan dalam kasus tindak pidana narkoba dilaporkan, pada tahun 2019 terdapat 777 kasus menurun ke angka 481 kasus pada tahun 2020.
 
“Mengalami penurunan 296 kasus, namun mengalami peningkatan kualitas kasus,” jelas Kapolda NTB.
 
Diterangkan, secara keseluruhan kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda NTB mengalami penurunan yang segnifikan.
 
Sejalan dengan mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Polda NTB juga memiliki andil besar dalam melakukan mitigasi dan atau penanganan. Hal itu terbuktu dengan suksesnya gelaran Program Kampung Sehat dengan slogan “Nurut Tatanan Baru (NTB)” berbasis lomba. Pun dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, Polda NTB juga menginisiasi Lomba Kampanye Sehat, yang semua itu dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB. (*)
www.lombokfokus.com

Facebook

Sabolah
READ  Kapolda NTB Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dan Miras Serentak Secara Virtual Bersama Polres Jajaran
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification