JEPANG -Sebagai ikhtiar internasionalisasi UIN Mataram, Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengadakan kunjungan ke Tsukuba University di Jepang pada tanggal 5 Nopember 2024. TIM LP2M yang berjumlah 9 orang yaitu Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag; Ketua LP2M, Prof. Atun Wardatun, M.A, PhD; Sekretaris Lp2M, Dr. M. Sa’i, M.Ag; Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Dr. Emawati, M.Ag; Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Liwa Arruba’i, M.Pd; Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, Dr. Nikmatullah, MA; Tim peneliti Dr. Mira Mareta, M.Ag dan Sulistiyana, M.Pd, serta Kabag Keuangan Samlan, A.Md. diterima oleh Prof Nomura dari Bureau of Global Initiatives beserta staf dan beberapa mahasiswa S1 dari Indonesia yang sedang kuliah di sana.
Tsukuba University merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Jepang. Kampusnya sangat luas dipenuhi oleh pepohonan rindang dan teduh, fasilitas lengkap, mahasiswa tinggal di asrama, sehingga sangat menyenangkan bagi mahasiswa untuk belajar. Pada kesempatan tersebut, Prof Nomura memperkenalkan sekilas tentang Tsukuba University yang inklusif, green campus, dan penuh dengan prestasi, sehingga menjadi tujuan mahasiswa internasional untuk kuliah disana. Tiga aluminya menerima hadiah nobel. Selanjutnya Prof Atun Wardatun menjelaskan bahwa UIN Mataram bukan hanya lembaga pendidikan tempat belajar agama dan pengetahuan tentang akhirat, tetapi juga belajar mengintegrasikan ilmu sosial dan sains sehingga mereka dapat bekerja ditempat yang sesuai dengan bidang masing-masing. Berikutnya, Prof Masnun menyampaikan terima kasih atas kepada Prof. Nomura dan staf yang telah menerima rombongan UIN Mataram dengan baik dan berharap bahwa pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan adanya kerjasama antara kedua perguruan tinggi dalam bidang akademik, kolaborasi penelitian dan student mobility. Hal ini memperkuat informasi dari Pak Atdikbud di KBRI Tokyo bahwa kerjasama dengan orang atau lembaga di Jepang lebih mudah dilakukan secara informal terlebih dahulu, kemudian ditindaklanjuti dengan kerjasama secara formal antar perguruan tinggi.
Salah satu hal yang menarik di Tsukuba Uni adalah tersedianya restoran halal di dalam kampus dan komunitas mahasiswa muslim yang sangat aktif dalam melaksanakan kegiatan keagamaan terutama pada bulan Ramadhan. Prof Nomura menjelaskan bahwa ketersediaan makanan halal sebagai respon atas banyaknya mahasiswa muslim yang berasal dari berbagai negara mayoritas muslim di dunia. Sekilas informasi, meskipun muslim merupakan minoritas, Jepang dikenal dengan salah satu negara yang sangat selektif dengan sertifikasi halal. Makanan halal sangat mudah dijumpai di restoran-restoran Jepang bahkan di tempat wisata Gunung Fuji. Jumlah masjid semakin banyak dan beberapa mall seperti Mal Shibuya menyediakan mushalla. Berikutnya, komunitas muslim Indonesia juga sangat aktif dalam melakukan aktifitas keagamaan, seperti pendirian masjid NU Attaqwa di Ibaraki yang juga memiliki usaha Bakso Koga yang sangat terkenal d Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang muslim-friendly. Sehingga mahasiswa muslim yang melanjutkan studi tidak mendapatkan kesulitan untuk melaksanakan kewajiban agama yang didukung oleh ketersediaan fasilitas dan makanan ramah muslim.
Pertemuan berikutnya dilanjutkan dengan ngobrol ringan dengan mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana. Mereka menceritakan sejak proses pendaftaran ke universitas, pengajuan beasiswa, proses perkuliahan, hingga rencana setelah lulus kuliah. Semua mahasiswa mendapatkan beasiswa baik dari pemerintah Jepang maupun dari universitas. Jika kuliah dengan biaya mandiri, maka besar kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa di tahun kedua karena universitas memberikan biaya gratis kepada mahasiswa pada tahun pertama. Dengan lingkungan akademik yang didukung oleh sosial budaya Jepang yang memiliki etos kerja tinggi, disiplin, dan ramah, maka Jepang merupakan salah satu tujuan pendidikan yang terbaik di dunia.


