google-site-verification=mNbK5priajcJNdqSMFETfr0zURnqarSSZmu1zHiHDpU Verification: 27a3a887773ff714

Harta VOC Vs Apple Facebook dan Google Mana Lebih Kaya.?

  • Bagikan
Harta VOC Vs Apple Facebook dan Google Mana Lebih Kaya.?
ambang kebesaran VOC dan Batavia karya Jeroni­mus Becx, 1651. Lambang VOC menampilkan kapal dagang berlayar; di sebelah kiri adalah Dewa Neptunus, di sebelah kanan adalah Dewi Laut, Amphitrite. Sementara itu lambang Batavia menampilkan pedang bermahkota daun laurel; diapit dua singa. Foto : Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda
Sabolah

Pernahkah anda berpikir seberapa kaya Vereenigde Oostindisceh Compagnie (VOC) .? Jika perusahaan raksasa seperti Google, Apple dan Facebook disatukan tidak akan bisa mengalahkan kekayaan VOC.

Sebuah fakta menunjukan betapa kayanya kongsi dagang milik Kerajaan Hindia-Belanda, VOC. Isu tersebut melambung lantaran adanya pernyataan yang menyebut bahwa VOC jauh lebih kaya jika dibandingkan dengan gabungan perusahaan Apple, Facebook, dan Google sekalipun.

Iklan PUPR Lotara

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), lebih dikenal sebagai perusahaan Hindia-Belanda didirikan pada tahun 1602. Ia didirikan sebagai perusahaan dagang swasta yang diberikan hak octrooi (hak istimewa) untuk memonopoli perdagangan selama dua dekade oleh pemerintah pusat Belanda di Amsterdam, khususnya dalam perdagangan rempah-rempah di kawasan Hindia Belanda.

David E. Y. Sarna dalam bukunya berjudul History of Greed: Financial Fraud from Tulip Mania to Bernie Madoff, terbitan 2010, menjelaskan tentang kepemilikan VOC sebagai kongsi dagang terkaya di dunia.

“Pada 1669, VOC menjadi perusahaan swasta terkaya yang pernah ada di dunia, dengan kepemilikan lebih dari 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 karyawan, 10.000 tentara swasta, dan pembayaran dividen 40% dari investasi awal” tulisnya.

Bobby Salomos menjelaskan bahwa saham dan kekayaan VOC tak tertandingi, bahkan sampai hari ini. Sebagaimana artikel yang ia tulis dengan judul The Dutch East India Company was richer than Apple, Google and Facebook combined, di tahun 2021.

“Jika Anda merasa pekerjaan Anda hari ini berat, cobalah menjadi pekerja geladak dalam satu setengah tahun perjalanan pulang pergi VOC atau, lebih buruk lagi, seorang budak yang tinggal di perut kapal yang gelap” tulis Bobby Salomos.

“VOC memiliki nilai saham perusahaan sebesar 78 juta gulden Belanda, itu merupakan nominal yang sangat besar, serta keberhasilan bisnis yang cukup solid bahkan hingga hari ini” tulisnya.

READ  OJK NTB Kembali Disorot Soal Pinjol Ilegal, Kini Korbannya Wartawan

“Nilai tersebut hari ini diperkirakan senilai US$7,9 triliun” tambahnya. Tentu kekayaan VOC sangat besar apabila dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai Rp.112.640.175.000.000.000, nilai yang fantastis.

Satu perusahaan dagang VOC, kekayaannya setara dengan gabungan beberapa perusahaan modern.
Satu perusahaan dagang VOC, kekayaannya setara dengan gabungan beberapa perusahaan modern. Foto : Bobby Salomos

 

“Pada puncaknya, saham VOC bernilai setara dengan gabungan Apple, Microsoft, Amazon, ExxonMobil, Berkshire Hathaway, Tencent, dan Wells Fargo, dengan total 7,9 Triliun US Dollar” tulis Salomos.

Artinya, perusahaan paling berharga di dunia, Apple, hanya bernilai sekitar 11% dari saham yang dimiliki VOC.

Meskipun membawa kemakmuran bagi para kompeni (Belanda), mereka juga membawa penderitaan yang mengerikan bagi banyak orang (utamanya negara jajahannya). Selama kurang lebih dua abad, VOC melakukan apa saja untuk memastikan asetnya terlindungi dan keuntungan yang di dapat tetap tinggi.

VOC telah mengirim lebih dari satu juta pelayar ke seluruh Asia, dan merupakan yang terbanyak daripada gabungan penjajah di seluruh Eropa. Hal kejam yang mereka lakukan diantaranya adalah perdagangan budak, penindasan kolonial, dan perlakuan buruk yang tidak masuk akal terhadap karyawan.

 

Ilustrasi proses pemetaan peta pelayaran VOC hingga dari Amsterdam ke Hindia-Belanda.
Ilustrasi proses pemetaan peta pelayaran VOC hingga dari Amsterdam ke Hindia-Belanda. Foto: atem.nl

Belanda membawa 400.000 para buruh kontrak dan budak di antaranya ke Suriname, 16.000 ke Essequibo, 15.000 ke Berbice, 11.000 ke Demerary, 25.000 ke Recife dan 100.000 ke koloni Spanyol melalui Curacao.

“Mereka (para budak dan buruh) bekerja dengan keras dan hasil panennya kemudian diambil oleh Kerajaan Belanda dan VOC” tulis Jordy Steijn, dalam artikelnya yang berjudul Dutch Slavery: Our Dark Past, yang ia tulis pada 2013 silam.

Terlepas dari eksploitasi manusia tanpa akhir, perusahaan perdagangan VOC, dan koloni-koloninya, telah membentuk dunia yang heterogen atau multikulturalisme. “Banyak orang Indo dan Maluku adalah keturunan langsung dari zaman VOC dan orang Suriname dan Antilla kulit hitam adalah keturunan budak Afrika” tulis Salomos. Selain itu juga, mereka dapat mengembangkan pola ekonomi modern yang diterapkan seperti saat ini.

READ  23 Bentuk Toko yang Harus Anda Ketahui

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral