LOTENG – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia ((GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) soroti adanya Oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi Calo dalam Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) inisial SM.
Dari hasil investigasi Ketua Umum GMPRI NTB Rindawanto Evendi, SM mengambil keuntungan sangat fantastis dalam program tersebut. Bahkan anehnya sebelum Dapur MBG didirikan, pemilik dapur harus mengeluarkan Uang Administrasi sebesar Rp. 35.000.000 agar dapur MBG bisa lolos.
Kemudiaan tidak cukup sampai disitu, setelah operasi SM meminta Rp. 250 per ompreng kepada setiap dapur MBG.
“Kalo dikalkulasikan untungnya SM per satu dapur saja sudah luar biasa, sama sekali mencekik pemilik Dapur, ya wajar jikalau makanan yang di suplai ke penerima manfaat kadang tidak sesuai, karena memang sudah di sunat duluan,”kata Rindhot akrabnya kepada awak media.
Dilanjut Rindhot, peristiwa ini akan kami adukan ke pusat, dimana semestinya seorang wakil rakyat harus menjaga apapun program pemerintah pusat untuk kesejahteraan rakyat namun ini berbada, malah menjadi juru atur atau Calo, padahal niat Presiden kita sangat mulia untuk kesejahteraan rakyat.
“Hasil investigasi kami, SM tidak menggunakan namanya langsung dalam hal ini, SM pakai anak buahnya D, kemudian D yang langsung membawa pemilik Dapur ke Notaris dengan dalih biaya yang dikeluarkan atau disepakati merupakan biaya konsultan pengawalan agar MBG tersebut bisa beroperasi,”jelas Rindhot
Persoalan kemaslahatan ini akan saya kawal sampai manapun, dan akan saya suarakan bersama ketia DPP GMPRI sampai ke Presiden tutupnya.






