Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahEkonomiPendidikan

Program MBG di MIN 1 Loteng Terhenti, Pihak Dapur Alasan Dana Belum Turun

×

Program MBG di MIN 1 Loteng Terhenti, Pihak Dapur Alasan Dana Belum Turun

Share this article
Menu MBG di MIN 1 Lombok Tengah. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lombok Tengah terhenti Sementara setelah baru berjalan dua minggu. Pemberhentian ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi pihak madrasah maupun ribuan siswa penerima manfaat.

 

IKLAN
Example 120x600

Kepala MIN 1 Loteng, H. Munawir Halil, mengungkapkan rasa kecewanya lantaran pihak dapur penyedia makanan, SPPG Dapur Pinang Selatan Kelurahan Renteng, tidak lagi mengirimkan makanan sejak Senin (1/9/2025).

 

“Katanya anggaran untuk MIN 1 Loteng belum ada, jadi kami diminta mencari dapur lain. Padahal anak-anak dan orang tua sangat senang dengan program ini apalagi jumlah siswa kami mencapai 1.150 orang, tentu dampaknya besar sekali,” ujar Munawir, Senin (8/9/2025).

 

Ia menegaskan, penghentian mendadak ini membuat orang tua dan siswa bertanya-tanya. Banyak yang kecewa karena program yang dianggap bermanfaat harus berhenti di tengah jalan.

 

“Orang tua bertanya-tanya, anak-anak juga kecewa. Mereka merasa diperhatikan dengan adanya MBG. Seharusnya ada solusi, bukan justru melepas tanggung jawab,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Dapur Pinang Selatan, Arik Nugraha, menjelaskan bahwa penghentian distribusi terjadi karena kuota penerima dibatasi hanya 3.000 siswa. Padahal pihaknya sempat mengajukan 3.500 sasaran.

 

“Karena aturan dari pusat, setiap dapur hanya boleh melayani 3.000 penerima. Dana yang turun juga hanya untuk jumlah tersebut. Jadi mau tidak mau ada lembaga yang tidak bisa ter-cover,” jelas Arik.

 

 

Dapur Pinang Selatan sendiri diketahui melayani enam lembaga pendidikan di Praya, termasuk SMPN 2 Praya dan SMAN 1 Praya. Kondisi ini membuat sebagian sekolah, termasuk MIN 1 Loteng, harus terhenti menerima MBG.

 

“InsyaAllah kami akan kembali mengusulkan ke pusat agar MIN 1 Loteng bisa kembali mendapatkan MBG. Mohon dipahami, dapur hanya bisa melayani sesuai kuota,” tambahnya.

 

Sejak pertama digulirkan, MBG mendapat sambutan positif dari siswa dan orang tua. Setiap hari makanan dibagikan sebelum jam istirahat agar seluruh siswa bisa menikmatinya tepat waktu. Kini, ribuan siswa MIN 1 Loteng terpaksa menunggu kepastian apakah program tersebut bisa kembali mereka nikmati.

Example 120x600
Example 120x600