Scroll untuk baca artikel

Dualisme KONI Loteng Memanas, 37 Cabor Solid Dukung Firman Wijaya

×

Dualisme KONI Loteng Memanas, 37 Cabor Solid Dukung Firman Wijaya

Share this article
FOTO : Lalu firman Wijaya bersama 37 cabor Koni Lombok Tengah di lesehan 33 Praya. (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Kisruh kepemimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah semakin memanas. Dualisme kepemimpinan mencuat setelah dua kali digelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) dalam sepekan terakhir.

Pada Musorkab yang berlangsung di Illira Lite Hotel, Kamis (20/3), Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Lombok Tengah masa bakti 2025-2029. Musorkab ini diklaim didukung oleh 35 cabang olahraga (Cabor) dari total 39 Cabor yang terdaftar secara resmi di KONI. Bahkan, dua Cabor lainnya menyatakan dukungan pasca-Musorkab, sehingga total ada 37 Cabor yang solid berada di belakang Firman.

IKLAN
Example 120x600

Dalam pertemuan konsolidasi dengan para pimpinan Cabor di Lesehan Telu-Telu, Selasa (25/3), Firman menegaskan bahwa Musorkab yang dipimpinnya telah sah secara aturan. Ia juga menyebut bahwa munculnya Musorkab lain dengan hasil berbeda merupakan klaim sepihak yang tidak memiliki dasar kuat.

“Ada 37 Cabor saat ini dari 39 yang terdaftar di KONI. Jadi kalau ada Musorkab lain yang mengklaim didukung Cabor yang ada saat ini, itu hanya klaim sepihak. Musorkab yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Firman.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Lombok Tengah Demisioner, Lalu Mukmin Jahar, memastikan bahwa Musorkab yang menetapkan Firman sebagai ketua telah diakui oleh KONI NTB. Hal ini diperkuat dengan kehadiran Wakil Ketua KONI NTB Bidang Organisasi, Husnanidiaty Nurdin, dalam agenda tersebut.

“Kegiatan Musorkab hanya tidak dihadiri oleh Cabor Drumband, Billiard, Selancar, dan Kempo. Tapi Musorkab ini sah karena sudah memenuhi syarat 50 persen + 1, bahkan mencapai 95 persen,” ungkap Mukmin.

Ia juga menegaskan bahwa dengan selesainya Musorkab ini, seluruh pengurus KONI sebelumnya sudah berstatus demisioner.

Di tengah konsolidasi dukungan untuk Firman, muncul Musorkab kedua yang digelar di de Bale Sultan Hotel pada Selasa (25/3). Dalam forum ini, M. Samsul Qomar kembali terpilih sebagai Ketua KONI untuk periode kedua dengan klaim dukungan dari 21 Cabor.

Samsul Qomar menegaskan bahwa Musorkab yang dipimpinnya sah sesuai AD/ART organisasi dan merupakan hasil dari keinginan Cabor.

“Terpilihnya saya kembali adalah kehendak Cabor, dan ini amanah yang harus dijaga. Target kita di Porprov 2026 bisa masuk tiga besar dengan perolehan 45 medali emas,” ujar Samsul.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Pemkab Lombok Tengah dalam pembinaan atlet dan pelatih demi meningkatkan prestasi olahraga daerah.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Ada 21 Cabor yang memberikan dukungan, dan ini sudah sah sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Dualisme kepemimpinan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap pembinaan olahraga di Lombok Tengah. Dengan adanya dua ketua yang sama-sama mengklaim legalitas, kini bola panas berada di tangan KONI NTB dan pihak terkait untuk memberikan kejelasan hukum atas kepemimpinan KONI Lombok Tengah ke depan.

 

Example 120x600
Example 120x600