Lombok Barat, LOMBOK FOKUS – Pelatihan Paralegal I yang digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PW GP Ansor NTB berlangsung penuh dinamika. Dari puluhan peserta yang hadir, dua peserta mencuri perhatian karena tingkah dan antusiasme mereka: Aziz Muslim, Komisioner KPU Lombok Tengah, serta Memet, wartawan Radar Lombok.
Aziz Muslim terlihat menjadi peserta paling aktif, intens bertanya dan terlibat dalam setiap sesi diskusi. Sementara itu, Memet justru menjadi pusat perhatian saat tertangkap kamera tertidur pulas ketika pemateri sedang menyampaikan materi serius membuat suasana pelatihan semakin cair dan penuh canda.
Dalam sesi wawancara, Aziz mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru baginya.
“Dulu waktu di PMII sering melakukan aksi sosial. Namun setelah ikut pelatihan paralegal baru saya paham dinamika sosial dan hukum setelah dapat banyak materi,” ungkap Aziz Muslim, Sabtu (15/11/25).
Pelatihan Paralegal Pertama di NTB
LBH PW GP Ansor NTB resmi menggelar Pelatihan Paralegal I bertema “Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Melalui Paralegal” yang berlangsung selama dua hari, 14–15 November 2025 di Lombok Barat.
Pelatihan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan LBH Ansor NTB, dengan 44 peserta terdaftar yang berasal dari perwakilan kecamatan se-NTB.
Ketua LBH PW GP Ansor NTB, Abdul Majid, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk melahirkan paralegal yang siap menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan bantuan hukum.
“Tujuannya agar peserta paralegal setelah selesai pendidikan bisa menjembatani persoalan-persoalan hukum yang ada di masyarakat,” kata Majid.
Ia menyebut banyak warga desa yang kesulitan akses terhadap advokat dan pendamping hukum karena jarak serta biaya.
“Peserta ini kami ambil dari perwakilan kecamatan. Mereka akan menjadi tempat masyarakat berkonsultasi soal hukum,” tambahnya.
Pendampingan Hukum Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Majid menegaskan bahwa pendampingan hukum oleh LBH Ansor NTB bersifat gratis, mulai dari proses kepolisian, kejaksaan hingga pengadilan.
Isu-isu yang sering muncul di masyarakat meliputi:
- Kekerasan seksual
- KDRT
- Sengketa waris
- Perselisihan keluarga dan adat
“Peserta paralegal diharapkan bisa memberikan pencerahan atas persoalan tersebut,” kata Majid.
GP Ansor Akan Bentuk Posko Hukum di Tiap Kecamatan
Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irpan Suriadiata, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kader muda NU di bidang hukum.
“Ini adalah bentuk Ansor membangun kapasitas kader. LBH Ansor berfungsi menjaring kader muda NU yang memiliki minat di bidang hukum,” ujarnya.
Irpan menegaskan bahwa ke depan GP Ansor akan membentuk posko-posko LBH Ansor di tiap kecamatan sebagai pusat edukasi hukum untuk masyarakat.
“Agar persoalan hukum di tengah masyarakat bisa diselesaikan secara baik melalui mekanisme kekeluargaan,” jelasnya.
Menurutnya, banyak kasus sederhana justru berakhir di pengadilan karena masyarakat minim edukasi hukum.
“Semakin sadar hukum masyarakat, maka kedamaian akan muncul. GP Ansor hadir untuk menciptakan itu,” tegas Irpan.
Momentum Penguatan Akses Hukum Akar Rumput
Pelatihan Paralegal I LBH PW GP Ansor NTB diharapkan menjadi momentum penguatan akses bantuan hukum bagi masyarakat akar rumput serta mendorong penyelesaian persoalan secara bijak dan berkeadilan.
Pelatihan yang dinamismulai dari peserta paling aktif seperti Aziz Muslim hingga peserta “paling santai” seperti Memet menjadi gambaran bahwa pelatihan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga humanis dan penuh warna.






