Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaTokoh

Dri Fia Yulanda, dari Lombok Tengah Menapaki Kiprah Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Nasional

×

Dri Fia Yulanda, dari Lombok Tengah Menapaki Kiprah Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Dri Fia Yulanda, Tokoh Inspiratif Perempuan Asal Lombok
Dri Fia Yulanda, Tokoh Inspiratif Perempuan Asal Lombok

MATARAM, LOMBOK FOKUS – Perjalanan seorang perempuan dalam membangun kepemimpinan tidak selalu dimulai dari panggung besar. Ada proses panjang yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman berorganisasi, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam perjalanan Dri Fia Yulanda, S.Sos., M.I.Kom., perempuan asal Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, yang akrab disapa Yola.

Ketertarikan Yola terhadap dunia organisasi telah tumbuh sejak bangku sekolah. Pada 2014–2015, ia dipercaya menjadi Ketua OSIS SMAN 1 Batukliang. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan awal dalam perjalanan kepemimpinannya sebelum kemudian aktif mengembangkan kapasitas diri melalui organisasi kemahasiswaan.

IKLAN
Example 300x600

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Yola melanjutkan studi di Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram (Unram), dan berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2020. Tidak berhenti di sana, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Paramadina Jakarta, mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi dan menyelesaikannya pada 2025.

Membangun Pengalaman dari Organisasi hingga Tingkat Nasional

Perjalanan organisasi Yola di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkembang secara bertahap. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum KOHATI Komisariat Lafran Pane Universitas Mataram pada 2018, Ketua Bidang Internal KOHATI Cabang Mataram pada 2019, hingga dipercaya menjadi Ketua Umum KOHATI Cabang Mataram periode 2021–2022.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke lingkup organisasi yang lebih luas. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) KOHATI ke-25 yang berlangsung di Pontianak pada Desember 2023, Dri Fia Yulanda terpilih sebagai Mide Formatur I. Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2024–2026.

Posisi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di organisasi. Sebagai Sekretaris Umum, ia berada dalam lingkup kerja organisasi yang berkaitan dengan administrasi, kesekretariatan, koordinasi, serta hubungan eksternal.

Aktif dalam Dunia Akademik, Riset, dan Isu Perempuan

Selain aktif dalam organisasi, Yola juga memiliki pengalaman profesional di bidang penelitian dan pendidikan. Ia pernah bekerja sebagai surveyor pada Political Research and Marketing (POLRAM) NTB periode 2018–2019, serta Political Research and Consulting pada 2019. Pada 2023–2024, ia juga memperoleh pengalaman sebagai asisten dosen di Universitas Balikpapan.

Ketertarikannya terhadap dunia akademik turut tercermin melalui sejumlah karya penelitian yang pernah disusun. Pada jenjang sarjana, ia mengangkat penelitian mengenai resolusi konflik masyarakat adat di Desa Ketara dan Desa Kawo, Lombok Tengah. Sementara pada jenjang magister, ia meneliti political branding Puteri Komarudin dalam Pemilihan Umum Legislatif 2024.

Ia juga menulis kajian mengenai konstruksi realitas dalam pemberitaan media sosial terkait revisi Rancangan Undang-Undang Penyiaran 2024. Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam kajian sosial, komunikasi, dan dinamika politik.

Perhatian Yola terhadap isu perempuan juga terlihat dalam berbagai pandangannya di ruang publik. Pada September 2025, melalui pemberitaan Rumi News, ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya representasi perempuan di parlemen setelah pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari DPR RI.

Dalam pandangannya, keterwakilan perempuan di ruang pengambilan keputusan menjadi bagian penting untuk memastikan kepentingan perempuan turut diperhatikan dalam proses penyusunan kebijakan. Ia juga mendorong perempuan untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil peran dalam ruang-ruang strategis.

Perempuan dan Keberanian Mengambil Peran

Perjalanan Dri Fia Yulanda menjadi gambaran bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui proses panjang. Berawal dari pengalaman organisasi di bangku sekolah, berkembang melalui lingkungan kampus, kemudian berlanjut hingga tingkat nasional, setiap tahap menjadi bagian dari perjalanan dalam membentuk kapasitas dan tanggung jawab.

Latar belakang pendidikan sosiologi dan ilmu komunikasi, pengalaman penelitian, serta keterlibatannya dalam organisasi perempuan memberikan warna tersendiri dalam kiprahnya.

Dari Lombok Tengah, Yola menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkontribusi tidak terbatas pada asal daerah maupun latar belakang seseorang. Pendidikan, konsistensi dalam berproses, dan keberanian mengambil tanggung jawab dapat menjadi bekal untuk menghadirkan kontribusi yang lebih luas.

Kisahnya sekaligus menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk belajar, memimpin, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam berbagai proses perubahan di masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600