Lombok Tengah – Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Tengah secara tegas menolak hasil Musyawarah Daerah (Musda) Lanjutan KNPI Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menetapkan Haerunisa sebagai ketua.
Penolakan tersebut disampaikan menyusul telah rampungnya Musda KNPI NTB sebelumnya yang secara sah dan demokratis memilih Daud Azhari sebagai Ketua KNPI NTB. DPD II KNPI Lombok Tengah menilai pelaksanaan Musda Lanjutan sehari setelah Musda resmi selesai merupakan langkah yang tidak memiliki dasar organisatoris yang kuat dan berpotensi mencederai marwah organisasi.
Ketua DPD II KNPI Lombok Tengah menyampaikan bahwa Musda KNPI NTB telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme organisasi, diikuti oleh unsur-unsur yang memiliki hak suara, serta menghasilkan keputusan yang final dan mengikat. Oleh karena itu, munculnya Musda Lanjutan dinilai inkonstitusional dan tidak dapat dijadikan rujukan kepemimpinan KNPI NTB.
“Kami menegaskan bahwa hasil Musda KNPI NTB yang sah adalah yang menetapkan Saudara Daud Azhari sebagai Ketua. Musda Lanjutan tidak memiliki legitimasi dan kami menolak hasilnya,” tegas perwakilan DPD II KNPI Lombok Tengah.
DPD II KNPI Lombok Tengah juga menyatakan komitmennya untuk tetap solid mendukung kepemimpinan Daud Azhari demi menjaga stabilitas dan persatuan pemuda di NTB. Mereka mengajak seluruh elemen KNPI di daerah untuk menghormati hasil Musda yang telah disepakati bersama dan menghindari langkah-langkah yang dapat memicu perpecahan.
Dengan sikap ini, DPD II KNPI Lombok Tengah berharap KNPI NTB dapat kembali fokus pada agenda-agenda strategis kepemudaan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda di Nusa Tenggara Barat.











