![]() |
| Potret santri Pondok Pesantren Nurul Ulum Desa Mertak Tombok, Kabupaten Lombok Tengah (NTB) saat sedang murojaah hafalannya, belum lama ini. |
LOTENG- Ditengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda. Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Lombok Tengah H. Zamroni Aziz seluruh seluruh Pondok Pesantren memberikan imbauan kepada santrinya untuk tetap fokus menghafal Al-quran. Pasalnya, Pandemi ini masih belum berakhir sehingga segala bentuk aktifitas dan kegiatan belum bisa dilaksanakan seperti sedia kala.
“Justru waktu transisi belajar tatap muka ini bisa dimanfaatkan seefektif mungkin untuk memperlancar hafalan,” Katanya kemarin (28/11).
Ia juga mengatakan, terlebih dahulu bagi santri yang sedang menghafal Al-Qur’an. Masa transisi antara belajar dirumah dan tatap muka ini bisa dimanfaatkan dengan memuroja’ah hafalan dan memperlancar hafalan.
Meskipun kadang santri kita juga butuh waktu senggang untuk merefresh otak dan pikirannya tidak jenuh selama dirumah aja, “ujarnya.
Sementara itu, salah satu pembina Ponpes Nurul Iman NW Tammimi Pengembur Lalu Hamdani bersedia, selama Covid-19 ini berlangsung santri yang memilih tetap tinggal di Ponpes yang semakin produktif dan kreatif. Pasalnya, beberapa santri yang berasal dari luar daerah yang tidak bisa pulang ke rumah karena terkendala Covid-19.
“Sekarang kalau satu juz bisa dihafal dalam jangka waktu seminggu,” ujarnya.
Hamdan juga menambahkan, suasan Covid-19 memang membawa banyak manfaat dan hikmah. Selain tetap jaga jarak dan kesehatan, masyarakat juga bisa lebih intens mengisi kegiatan dirumah aja dengan melakukan hal-hal yang produktif seperti membuat masker, hand sanitizer dan membawa anak-anaknya secara langsung.
“Ada hikmah dibalik Covid-19. Tuhan memberikan ujian tentu bukan tanpa sebab dan tujuan. Sehingga kita bisa lebih dekat dan taat kepada Allah SWT serta memanfaatkan waktu bersama keluarga dan sanak saudara,” pungkasnya. (Red / 11)
www.lombokfokus.com


