![]() |
| Tembok setinggi 2 meter kelilingi UIN Mataram |
Pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran kurang lebih berkisar Rp. 5,1 M. ini sepatutnya dapat memberikan dampak postif bagi keberlangsungan hidup bagi warga yang tinggal di sekitaran bangunan tembok tersebut.
Malah warga merasa resah dan tidak nyaman dengan keberadaan tembok keliling UIN Mataram ini, karena suatu waktu dapat rubuh dan menimpa rumah ataupun warga dengan sebab kekuatan dasar tembok hanya diisi oleh batu tanpa campuran pasir dan semen yang tidak cukup untuk ketahanan sebuah bangunan.
Menurut keterangan dari salah satu warga inisial AA setelah diwawancara oleh awak media, bahwa pembangunan tembok keliling ini tidak sesuai dengan spek bangunan yang ada, “nyatanya pekerjaannya seperti ini (sembari menunjuk fondasi bangunan tembok), termasuk kami yang tinggal di rumah yang dekat dengan bangunan ini jiwa kami terancam jika terjadi apa-apa”,ungkapnya.
Lebih lanjut warga menjelaskan, kami ingin tembok ini dirubuhkan oleh pihak bersangkutan, kami khawatir ini akan rubuh, karena tembok ini hanya numpang di batu yang disusun tapi tidak diperkuat lagi dengan campuran pasir semen.
“Seharusnya penanggung jawab dalam pekerjaan ini tahu betul, berapa tinggi tembok, serta galian kedalaman fondasi, sehingga bangunan tembok keliling ini layak dan punya kekuatan yang bisa menemenuhi standar bangunan yang memadai”, tutur warga tersebut. [Red]



