Scroll untuk baca artikel
Daerah

BBPOM Mataram Ajak Sahabat Disabilitas Wujudkan Layanan Publik yang Lebih Inklusif

×

BBPOM Mataram Ajak Sahabat Disabilitas Wujudkan Layanan Publik yang Lebih Inklusif

Share this article

LombokFokus|Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih ramah untuk semua kalangan. Hal itu dinyatakan BBPOM Mataram, Selasa (9/9/2025), dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengusung tema “Melayani Sepenuh Hati, Merangkul Tanpa Tepi”, bersama perwakilan organisasi disabilitas di Aula BBPOM Mataram.

Lewat forum tersebut, BBPOM Mataram berupaya menggali masukan seputar akses informasi, edukasi, hingga mekanisme pengaduan terkait pengawasan obat dan makanan. Tak hanya itu, kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat dukungan, terhadap pemberdayaan ekonomi sahabat disabilitas.

IKLAN
Example 120x600

Ketua DPD Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB, Topan Mars Arifin, menyambut positif langkah BBPOM Mataram. Ia menilai, kehadiran standar layanan yang ramah akses bagi penyandang disabilitas, sebagai bukti nyata jika BBPOM peduli pada kebutuhan semua warga.

“Kami berharap instansi lain di NTB bisa mencontoh langkah baik ini. Melibatkan organisasi disabilitas, dalam merumuskan layanan publik adalah bentuk nyata pelayanan yang lebih responsif dan inklusif,” ujarnya.

Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menegaskan jika informasi serta edukasi mengenai obat dan makanan aman sebagai hak seluruh masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.

“Saya berharap ke depan ada duta atau fasilitator dari sahabat disabilitas sendiri, supaya pesan edukasi bisa menjangkau komunitas secara lebih mudah dan inklusif,” ungkap Yosef.

Tak hanya sebatas edukasi, Yosef juga menegaskan dukungan BBPOM, bagi pelaku usaha disabilitas di bidang pangan olahan.

“Bagi sahabat disabilitas yang punya usaha, jangan ragu untuk mengurus izin edar BPOM. Prosesnya mudah, terjangkau, dan jelas. Kami akan bangga jika produk rekan-rekan disabilitas bisa naik kelas dan dipasarkan lebih luas,” katanya.

Menurut Yosef, BBPOM siap berkolaborasi dengan stakeholder lain untuk membantu akses permodalan hingga pemasaran, demi mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Selain diskusi, para peserta juga mendapat materi seputar obat dan makanan aman. Materi itu membantu meningkatkan pemahaman mengenai ciri produk yang layak konsumsi, sekaligus cara melindungi keluarga dari produk berisiko.

Perwakilan organisasi disabilitas menyampaikan rasa antusias dan menilai kegiatan itu sangat bermanfaat. Mereka mengakui informasi tentang keamanan obat dan makanan, masih terbatas di komunitas mereka, sehingga forum seperti FGD penting untuk terus digelar secara rutin.

Melalui kegiatan tersebut, BBPOM Mataram menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas disabilitas. Tujuannya jelas, menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan semua lapisan masyarakat.(djr)

Example 120x600
Example 120x600