Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Internasional

Studi ke Beijing, Delegasi PKN I Angkatan 69 Bidik Penguatan Energi Terbarukan

×

Studi ke Beijing, Delegasi PKN I Angkatan 69 Bidik Penguatan Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini

LombokFokus|Beijing — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69 mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 27–28 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi.

Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing.

IKLAN
Example 300x600

Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan transisi energi.

“Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Muhammad Taufiq, Selasa (27/10/2026).

Ketua Angkatan PKN I Angkatan 69, I Dewa Nyoman AD Wijaya, mengatakan pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi.

“Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya.

Pembelajaran ini relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya.

Sekretaris Angkatan PKN I Angkatan 69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya.

Delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Hasil studi ini diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.(red)

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600