LOMBOK TIMUR – Kapal tongkang pengangkut batu bara yang sebelumnya dilaporkan terbakar di tengah laut akhirnya berhasil bersandar di Dermaga PT. Lombok Energy Dynamics (LED), Desa Gunung Selatan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.
Setelah tiba di dermaga, proses penanganan kebakaran langsung dilakukan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur dengan mengerahkan sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api yang masih terdapat pada muatan batu bara tersebut.
Informasi yang diterima Jurnalis Lombokfokus.com, kebakaran pada muatan batu bara tersebut ternyata telah berlangsung selama kurang lebih empat hari saat kapal masih berada di tengah laut.
Kepala Damkarmat Lombok Timur, Widayat, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Samarinda dengan tujuan menuju PLTU yang berada di kawasan Padakguar. Namun, dalam perjalanan, kebakaran pada muatan batu bara mulai terjadi.
“Kapal dari Samarinda, tujuannya ke PT PLTU yang di Padang Guar. Sedangkan kebakaran sudah mulai dari Selat Jawa, sehingga memang kebakarannya sudah terjadi empat hari yang lalu,” jelas Widayat.
Menurutnya, meskipun kapal telah berhasil bersandar di Pelabuhan Kayangan, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai. Dimana tim Damkarmat Lombok Timur masih melakukan penanganan terhadap sisa-sisa api yang terdapat di dalam muatan batu bara.
Widayat memperkirakan proses pemadaman secara keseluruhan masih membutuhkan waktu sekitar empat jam. “Sepenuhnya api belum bisa dipadamkan. Diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar empat jam baru bisa dipadamkan semuanya,” tutup Widayat.
Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas masih melakukan upaya pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali pada muatan batu bara tersebut.















