Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHeadlineNasionalPariwisata

MotoGP Mandalika 2026: ITDC Hadirkan Sensasi Nonton Balapan Sambil Camping di Pantai

×

MotoGP Mandalika 2026: ITDC Hadirkan Sensasi Nonton Balapan Sambil Camping di Pantai

Sebarkan artikel ini

 

The Mandalika | Lombok Fokus — Menonton MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika bakal menawarkan pengalaman berbeda. Penonton tak hanya disiapkan pilihan hotel, tetapi juga bisa menikmati sensasi bermalam di kawasan pantai melalui konsep camping ground dan campervan experience yang disiapkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

IKLAN
Example 300x600

 

Konsep akomodasi alternatif tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang akan datang ke Sirkuit Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, saat gelaran MotoGP Indonesia berlangsung pada Oktober 2026.

 

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Warokka, mengatakan camping ground tersebut menjadi inovasi untuk memberikan pilihan berbeda bagi wisatawan yang ingin menyaksikan MotoGP di Mandalika.

 

«“Inovasi ini menjadi jawaban bagi wisatawan yang ingin datang menyaksikan ajang MotoGP di Mandalika dengan cara berbeda,” kata Troy di Lombok Tengah, Jumat (4/9/2026).»

 

Menurutnya, camping kini tidak lagi identik dengan wisata berbiaya rendah. Aktivitas tersebut justru telah menjadi bagian dari gaya hidup, termasuk bagi wisatawan dengan kemampuan ekonomi tinggi.

 

“Camping ground sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak wisatawan secara ekonomi tinggi, namun memilih liburan dengan camping karena dinilai lebih sehat dan terjangkau,” ujarnya.

 

Troy menyebut konsep tersebut juga menyasar penonton yang datang ke Mandalika menggunakan sepeda motor dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Wisatawan dari Aceh, Medan hingga Pulau Jawa yang menempuh perjalanan darat dinilai membutuhkan akomodasi yang terjangkau, praktis, dan mudah diakses selama berada di Mandalika.

 

“Kami ingin mengembangkan Mandalika dengan cara berbeda. Ini jawaban terhadap wisatawan yang ingin datang menyaksikan MotoGP Indonesia,” katanya.

 

Untuk tahap awal, ITDC tengah menyiapkan konsep camping ground dengan menggandeng sejumlah pihak yang memiliki kemampuan menyediakan tenda. Sementara kebutuhan utilitas dan fasilitas pendukung akan disiapkan oleh pengelola.

 

Selama tiga bulan terakhir, ITDC bersama tim telah mengkaji sejumlah lokasi yang dinilai potensial. Dari beberapa pilihan tersebut, kawasan pantai akhirnya dipilih karena memiliki akses yang mudah, lokasi yang terlihat jelas, serta telah didukung berbagai fasilitas umum.

 

“Sudah cukup banyak lokasi yang kami pilih. Kami memilih lokasi yang paling mudah dan visible. Dalam satu atau dua minggu terakhir kami putuskan akan dilakukan di tempat ini, di sepanjang Pantai Mandalika,” jelas Troy.

 

Kawasan tersebut dinilai memiliki keunggulan karena fasilitas dasar untuk wisatawan telah tersedia. Mulai dari toilet, tempat belanja, toko hingga akses keluar-masuk yang relatif mudah.

 

ITDC berharap keberadaan camping ground nantinya tidak hanya menjadi solusi akomodasi selama MotoGP, tetapi juga mampu mendorong pengembangan kawasan pantai sebagai destinasi wisata.

 

“Salah satu mimpi kami memang tempat ini nantinya betul-betul menjadi pantai yang bersih dan banyak kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Troy mengatakan penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 juga terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, penjualan tiket disebut telah mencapai sekitar 50 persen.

 

Selain pembelian dari masyarakat umum, sejumlah perusahaan juga telah melakukan pembelian tiket dalam jumlah besar.

 

Dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pun semakin luas dengan keterlibatan sponsor, agen perjalanan dan maskapai penerbangan.

 

Troy mengatakan sejumlah agen perjalanan bahkan telah mulai menjual paket wisata khusus bagi masyarakat yang ingin menyaksikan MotoGP di Mandalika.

 

“Travel agent ternyata memang sudah menjual paket ini. Sekarang masyarakat semakin paham bahwa untuk menonton MotoGP mereka tidak harus selalu booking hotel setiap hari. Paket perjalanan sudah semakin mudah,” pungkasnya.

 

Kontribusi Ekonomi Tembus Rp4,9 Triliun

 

Lebih jauh, Troy menegaskan bahwa MotoGP Mandalika kini telah berkembang menjadi bagian dari industri olahraga yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

 

Menurutnya, dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pada 2024, dampak ekonomi MotoGP Mandalika disebut mencapai sekitar Rp4,2 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2025.

 

ITDC pun optimistis dampak ekonomi gelaran MotoGP 2026 dapat kembali meningkat dan menembus angka Rp5 triliun.

 

“Insyaallah setelah pelaksanaan, kita akan mencapai Rp5 triliun. Tentunya angkanya harus menunggu hasil MotoGP selesai dan kemudian diterbitkan sekitar tiga sampai empat bulan,” pungkas Troy.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600