Lombok Tengah | Lombok Fokus – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Bencingah Agung Masmirah, Kamis (25/6), saat ribuan anak yatim menerima santunan dalam rangka peringatan Hari Rahman Rohim yang bertepatan dengan 10 Muharam atau Hari Asyura.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di daerah Tata Tuhu Trasna.
Acara yang dipusatkan di jantung pemerintah kabupaten Lombok Tengah itu, dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Tengah. Tokoh agama dan masyarakat menambah semangat kebersamaan dan memperkuat pesan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama.
Bupati Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri, menyampaikan bahwa jumlah anak yatim yang menerima santunan pada momentum 10 Muharam tahun ini mencapai sekitar 7.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Tengah. Bantuan tersebut berasal dari sedekah para pegawai negeri, dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta partisipasi berbagai elemen masyarakat.
“Kami bersyukur karena hampir banyak pondok pesantren juga melaksanakan santunan anak yatim. Mudah-mudahan kepedulian terhadap anak yatim semakin bertambah dari hari ke hari. Karena ini bukan hanya persoalan keimanan, tetapi bagaimana kita bisa bergaul dan hidup bersama sehingga mereka merasa diayomi dan diperhatikan,” ujar Pathul Bahri.
Menurutnya, peringatan 10 Muharam merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian lebih dari lingkungan sekitarnya.
Tidak hanya dipusatkan di Bencingah Agung Masmirah, kegiatan santunan juga dilaksanakan secara serentak di berbagai pondok pesantren yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun budaya berbagi dan saling peduli.
Bupati menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada momentum peringatan keagamaan semata. Kepedulian tersebut harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar mereka tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan merasakan kehadiran masyarakat yang selalu mendukung mereka.
“Mari jadikan 10 Muharam sebagai momentum mempererat persaudaraan, menyantuni anak yatim, serta menghadirkan kasih sayang dan keberkahan bagi sesama. Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Peringatan Hari Rahman Rohim tahun ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di Lombok Tengah. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, ribuan senyum anak yatim yang menerima santunan menjadi pengingat bahwa berbagi kasih sayang adalah investasi kemanusiaan yang tak ternilai harganya.






