LombokFokus|Lombok Barat — Sebanyak 80 siswa SMAN 1 Narmada, Rabu (13/5/2026), mendapat edukasi psikologi dari Biro SDM Polda NTB. Materi yang dibahas menyentuh isu kesehatan mental, kecemasan, depresi, bullying, hingga pencegahan bunuh diri.
Kepala SMAN 1 Narmada Hulwani, S.Pd., M.M., menyambut positif kegiatan tersebut dan meminta para siswa menyimak materi dengan serius.
“Ilmu psikologi sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Anak-anak kami perlu memahami cara menjaga kesehatan mental sejak dini,” ujarnya.
Materi utama disampaikan Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTB AKBP Ary Krisdiantoro, M.Psi. Personel bhayangkara yang magister psikologi itu mengingatkan para pelajar, jika masalah mental pada remaja perlu mendapat perhatian bersama.
“Kamu tidak harus kuat sendirian. Saat merasa cemas, tertekan, atau mengalami bullying, jangan ragu mencari bantuan dari guru, orang tua, atau teman yang dipercaya,” kata AKBP Ary.
Dalam pemaparannya, tim psikologi menjelaskan tanda-tanda kecemasan dan depresi, dampak bullying, serta langkah sederhana membantu teman melalui metode T-A-M-A-N, mulai dari bertanya dengan lembut hingga memastikan teman tidak menghadapi masalah seorang diri.
AKBP Ary menekankan, kekuatan sejati bukan terletak pada tindakan menyakiti orang lain, melainkan keberanian untuk menghentikan perundungan.
“Yang kuat itu bukan yang menyakiti, tetapi yang berani melindungi,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para siswa. Banyak siswa terlihat aktif bertanya terkait tekanan belajar, hubungan pertemanan, dan cara mengelola emosi.
Sementara Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. yang ditemui terpisah mengatakan, Polsek Narmada menurunkan personel untuk mendukung kelancaran kegiatan.
“Kami sangat mengapresiasi edukasi ini, karena membekali generasi muda dengan pengetahuan penting agar lebih sehat secara mental dan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.
Kegiatan berakhir pukul 10.45 Wiya dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat. Edukasi tersebut diharapkan membantu para siswa lebih peka, terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di lingkungan sekolah.(red)












