Situbondo | Lombok Fokus – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam. Seorang santri asal Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, M. Jaelani Akbar, meninggal dunia saat tengah menempuh pendidikan di Universitas Ibrahimy Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.
Almarhum diketahui merupakan mahasiswa semester VI di salah satu fakultas di kampus tersebut. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga civitas akademika serta para santri yang mengenalnya.
Prosesi salat jenazah berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah. Mereka tampak memadati area untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendoakan almarhum sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Ampenan.
Banyaknya jamaah yang hadir menjadi bukti kecintaan dan penghormatan terhadap sosok almarhum yang dikenal sebagai pribadi baik, rendah hati, dan tekun dalam menuntut ilmu.
Pihak keluarga pun diimbau untuk tetap tabah dan ikhlas menerima takdir. Para tokoh serta pengasuh pesantren menyampaikan bahwa wafatnya almarhum dalam keadaan menuntut ilmu merupakan sebuah kemuliaan.
Pengurus IKSAS Lombok Tengah, TGH. Mala Sar’i, yang turut membantu proses pengurusan jenazah, menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian almarhum.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kepergian beliau saat menuntut ilmu adalah kemuliaan,” ujarnya.
Diketahui, M. Jaelani Akbar merupakan seorang hafiz Al-Qur’an yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Hal ini semakin memperkuat kesan mendalam atas sosoknya sebagai santri yang bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu agama.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, dan dunia pesantren. Doa terus mengalir, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.






